Perlu Disimak, Ini Penjelasan Ahli Penyebab Mengapa Hasil Tes Covid-19 Bisa Berbeda

Perlu diketahui, semakin banyak jumlah virus maka ukuran CT value semakin kecil. Tes Covid-19 Antigen, orang dengan CT value tinggi berpotensi false -

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
Istimewa/Hi-Lab Diagnostic Center
Ilustrasi swab PCR 

Tribunjogja.com - Belakangan kasus positif Covid-19 kembali melonjak akibat varian baru Omicron.

Masyarakat yang merasa punya gejala terinfeksi Omicron maupun yang kontak erat dengan pasien positif makin banyak yang melakukan tes usap PCR maupun swab antigen.

Saat ini Tes Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan swab Antigen masih jadi dua tes yang umum digunakan dalam diagnosis Covid-19.

Tes swab PCR
Tes swab PCR (FOTO: AFP/GRAFIS: FAUZIARAKHMAN)

Namun, beberapa kalangan merasa metode ini janggal lantaran dua atau lebih hasil tes Covid-19 bisa berbeda-beda.

RT-PCR dilakukan dengan mengambil sampel dari belakang hidung untuk mengekstraksi RNA virus guna diamplifikasi dalam mesin.

Berbeda dengan PCR, tes Antigen hanya mendeteksi protein spesifik dari Covid-19 atau SARS-CoV-2 tanpa adanya amplifikasi.

Belakangan juga ramai seorang public figure yang melakukan tes Covid-19 dengan hasil RT-PCR positif, namun hasil Antigen negatif dalam waktu yang berdekatan.

Berikut alasan perbedaan hasil tes Covid-19 dalam waktu yang berdekatan menurut ahli.

Spesialis Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, dr. Rebriarina Hapsari, M.Sc, Sp.MK menjelaskan, faktor CT value atau banyaknya jumlah sampel virus sangat memengaruhi hasil tes.

Perlu diketahui, semakin banyak jumlah virus maka ukuran CT value semakin kecil. Pada tes Covid-19 Antigen, orang dengan CT value tinggi berpotensi false negative.

"Kenapa hasilnya beda? Karena tergantung banyak virusnya," jelasnya saat diwawancarai Kompas.com pada Sabtu (12/2/2022).

"Kalau virusnya banyak, hasilnya itu harusnya tidak banyak berbeda. Tetapi kalau sedikit, itu bisa saja virusnya tidak terambil terutama pada tes Antigen sehingga hasilnya bisa berbeda," kata Rebriarina.

Rebriarina menambahkan, tes RT-PCR dan Antigen tidak bisa disandingkan, hal ini karena kedua tes tersebut menggunakan dua metode yang berlainan.

“Antigen dan PCR tidak bisa dibandingkan. Kalau di PCR itu ada amplifikasi, kalau antigen tidak ada amplifikasi. Antigen sangat bergantung jumlah virus yang ada di hidung. Kalau jumlahnya sangat banyak itu baru bisa terdeteksi, biasanya CT value di bawah 25 baru bisa terdeteksi,” ungkap Rebriarina.

Baca juga: Cara Membedakan Gejala Omicron dengan Flu Musiman, Jangan Keliru!

“Kalau PCR tergantung reagen yang digunakan, yang kebanyakan dipakai biasanya cut-off-nya 40, tetapi ada juga yang cut-off-nya 31.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved