Berita Kriminal Hari Ini

Ini Pengakuan Tersangka Aborsi yang Memakamkan Bayinya di Makam Canden Bantul

Jajaran kepolisian dari Polres Bantul menangkap seorang remaja putri dalam kasus makam misterius di  kompleks pemakaman Ngasem, Canden, Kecamatan

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Santo Ari
Polres Bantul menggelar konferensi pers pada Rabu (16/2/2022) terkait dua kasus aborsi. Dua orang tersangka dihadirkan dalam konferensi pers yakni ASV (18) warga Imogiri (kanan) dalam kasus makam misterius di Jetis Bantul, dan AU (21) warga Murung Raya, kalimantan tengah dalam kasus pembuangan bayi di masjid wilayah Kasihan 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jajaran kepolisian dari Polres Bantul menangkap seorang remaja putri dalam kasus makam misterius di  kompleks pemakaman Ngasem, Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul.

Tersangka yakni ASV (18) warga Imogiri melakukan aborsi sendiri pada 11 Januari 2022 kemarin dan menguburkan jasad bayinya pada 12 Januari 2022.

Di hadapan polisi, ASV mengakui bahwa dia melakukan tindakan ini karena hubungannya dengan sang pacar tidak mendapatkan restu dari orang tuanya.

Baca juga: TERKUAK, Makam Misterius di Bantul Berisi Jenazah Bayi yang Digugurkan Hasil Hubungan Gelap

"Ibu pernah bilang jangan sampai berumah tangga sama dia. Dia bilang ragu. Kaya gitu. Sebelumnya pernah antara ibu dan keluarga dia sama-sama nggak srek," ujar ASV, Rabu (16/12/2022).

Ia menyatakan bahwa pacarnya tahu bahwa dia sedang hamil.

Namun demikian, dirinya juga mengakui bahwa aborsi yang dilakukan atas inisiatifnya sendiri.

Prosesnya pun tidak dibantu sang pacar. Namun dia mengaku sempat video call saat kontraksi.

"Nggak ada (yang nyuruh). Inisiatif saya sendiri, proses menggugurkan sendirian tidak dibantu siapa-siapa. Saya hubungi pacar kan dari jam 02.00 WIB itu emang udah video call, saya ngeluh sakit (video call) kepanjer (tidak dimatikan) sampai pas aku kontraksi. Pacar nggak tau minum obat," ungkapnya.

Saat ditanya alasannya memakamkan bayinya tersebut, ASV mengaku dirinya merasa kasihan.  

Baca juga: Ibu Hamil di Kabupaten Magelang Akan Diskrining Tes Covid-19 Pada 14 Hari Sebelum HPL

"Ya nggak gimana-gimana. Masak dibuang begitu saja. Mau dibuang di mana juga. Itu juga bayi, itu juga orang," katanya.

Atas perbuatannya ASV disangkakan Pasal 194 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan atau Pasal 77A UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 346 KUHP. Ancaman hukumannya pun mencapai 10 tahun penjara. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved