Berita Kriminal Hari Ini

Ini Isi Surat Wasiat Mahasiswi Tersangka Aborsi di Bantul, Minta Warga Memakamkan Bayinya

Polres Bantul menangkap seorang Mahasiswi berinisial AU (21) warga Murung Raya, Kalimantan Tengah. Mahasiswi yang kos di Tamantirto, Kasihan, Bantul

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Santo Ari
Isi surat dari mahasiswi tersangka aborsi di TKP Kasihan Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Polres Bantul menangkap seorang Mahasiswi berinisial AU (21) warga Murung Raya, Kalimantan Tengah.

Mahasiswi yang kos di Tamantirto, Kasihan, Bantul ini menggugurkan kandungan dan membuang jasad bayi tersebut di serambi masjid di Dusun Brajan, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Bantul, pada 22 Januari 2022 lalu.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan menyatakan dari hasil olah TKP, tersangka membungkus jasad bayi nya menggunakan plastik dan dimasukkan ke dalam kardus.

Baca juga: Polisi Tangkap Mahasiswi Pelaku Aborsi di Bantul yang Buang Bayi di Serambi Masjid 

Di kardus tersebut juga diletakkan uang Rp 100 ribu dan sepucuk Surat yang berisi permohonan tersangka untuk menguburkan jasad bayi nya.

"Dari surat wasiat itu, kami secara cepat bisa mengamankan tersangka," ujar Kapolres.

Pihaknya menangkap tersangka beberapa jam setelah jasad bayi tersebut ditemukan oleh warga.

Adapun isi Surat tersebut sebagai berikut :  

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih pada siapapun orang yang menemukan bayi ku ini dan mau memandikan, mengkafani, mensholatkan dan menguburnya layaknya orang yang sudah meninggal karena takdir dan mautnya.

Saya mengalami keguguran pada usia kandungan hampir lima bulan. Posisi saya di sini sendirian tidak ada siapa-siapa, karena masih menjalankan masa pendidikan.

Suami saya kerja di Kalbar, dia sedih mendengarnya, tapi karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk ke sini, maka dari itu dia menyarankan pada saya untuk meletakkannya di masjid agar ada orang yang mau mengurusnya.

Bukannya saya tidak ingin bertemu langsung pada siapapun di masjid ini, hanya saja saya tidak kuat kalau harus melihatnya, orang yang selama ini saya dan suami saya nantikan malah duluan diambil sama yang kuasa sang pencipta alam semesta ini.

Saya titipkan bayi saya ini pada siapapun yang mau mengurusnya, sekali lagi saya mohon maaf tidak bisa bertemu langsung.

Baca juga: Tercatat 61 Kalurahan di Sleman Jadi Zona Merah Covid-19

Semoga amanah dan dapat balasan surga dari Allah.

Saya ucapkan terimakasih banyak.

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bayi ini aku dan suamiku beri nama Umairah bin Irfan. (nto) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved