Berita Sleman Hari Ini

Tercatat 61 Kalurahan di Sleman Jadi Zona Merah Covid-19

Kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Sleman melonjak dalam beberapa hari terakhir. Peta zonasi penularan Covid-19 per 13 Februari 2022 yang dirilis

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
covid19.go.id
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Sleman melonjak dalam beberapa hari terakhir.

Peta zonasi penularan Covid-19 per 13 Februari 2022 yang dirilis Dinas Kesehatan menyebutkan ada 61 Kalurahan yang kini masuk zona merah atau risiko penularan tinggi.

Jumlah ini meningkat dibanding sebelumnya yang hanya ada 53 Kalurahan zona merah

"(Kalurahan zona merah meluas) karena penambahan kasus harian cCovid-19 di Sleman kan cukup tinggi," kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama, Rabu (16/2/2022). 

Baca juga: Polisi Tangkap Mahasiswi Pelaku Aborsi di Bantul yang Buang Bayi di Serambi Masjid 

Penambahan kasus harian di Sleman memang tinggi. Pada Selasa (15/2/2022) saja, dalam sehari bertambah 538 kasus baru Covid-19.

Menurut Cahya, tingginya penambahan kasus tersebut ikut mempengaruhi peta zonasi di tingkat Kalurahan. 

"Satu kalurahan, begitu dapat 1 kasus positif Covid-19, kan langsung merah. Karena untuk kewaspadaan," kata Cahya. 

Berdasarkan peta zonasi Covid-19 saat ini, ada 4 kalurahan yang masuk dalam zona oranye meliputi Kalitirto, Mororejo, Sendangtirto, Umbulmartani.

Lalu, 15 kalurahan zona kuning. Yaitu Kalurahan Banyuraden, Bimomartani, Glagaharjo, Jogotirto, Margoagung, Margodadi, Margokaton, Margoluwih, Margomulyo, Nogotirto, Sidoarum, Sidokarto, Sidorejo, Sindumartani, dan Trihanggo. 

Hanya ada 6 kalurahan yang masuk zona hijau. Antara lain Bokoharjo, Gayamharjo, Sambirejo, Sumberharjo, Tambakrejo, dan Wukirharjo.

Sementara kalurahan yang tidak disebutkan, sebanyak 61 Kalurahan, masuk zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19

Cahya meminta kepada masyarakat untuk tetap mengedepankan Protokol Kesehatan 5 M, yaitu, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Saat ini, pelbagai upaya mengendalikan laju penularan Covid-19 terus dilakukan.

Di antaranya dengan mempercepat akselerasi vaksin dosis kedua (booster) dan menegakkan aturan PPKM level 3. 

Baca juga: Kasus Covid-19 Kembali Merebak di Sleman, Tercatat 22 Klaster Sekolah yang Kini Berkembang

"Harapannya, kasus ini segera bisa melandai," harap Cahya.

Hingga saat ini ketersediaan obat-obatan, dan vitamin di Kabupaten Sleman menurutnya masih mencukupi.

Jika nanti kurang, akan segera meminta bantuan Pemerintah Provinsi. 

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi sebelumnya juga mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Terutama masker. 

"Imbauan kepada masyarakat untuk jangan lepas masker. Terutama saat keluar rumah, di tempat umum, atau di tengah orang berkerumun. Ini kunci utamanya," kata dia. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved