Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Bergejala Ringan, Pasien Covid-19 di Yogyakarta Ini Pilih Isoman di Rumah

Mayoritas warga yang terpapar Covid-19 di DIY kini lebih memilih untuk menjalani isoman daripada harus mendatangi lokasi isolasi terpadu.

Tayang:
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Tumisu from Pixabay
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Kasus Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) fluktuatif dan cenderung meningkat beberapa hari terakhir.

Namun situasi Covid-19 saat ini tidak terlihat mencekam seperti halnya ketika muncul kasus varian Delta kala itu.

Mayoritas warga yang terpapar Covid-19 di DIY kini lebih memilih untuk menjalani isolasi mandiri (Isoman) daripada harus mendatangi lokasi isolasi terpadu (isoter) yang disediakan pemerintah.

Salah satu pasien Covid-19 bernama Luluk mengatakan, dia dinyatakan positif Covid-19 sejak 6 Februari lalu setelah melakukan tes swab.

Saat dinyatakan positif Covid-19 , Luluk sempat menitihkan air mata karena merasa bingung untuk mengurus dua anaknya.

Baca juga: Sebanyak 4.600 Warga DI Yogyakarta Pilih Jalani Isolasi Mandiri di Rumah

“Aku gak terlalu khawatir kalau positif, tapi sempat nangis karena ingat anakku,” katanya, dihubungi, Selasa (15/2/2022).

Dia menceritakan, gejala awal yang dirasakan Luluk yakni tubuh berasa masuk angin, teggorokan gatal dan badan pegal-pegal.

Kondisi itu dirasakan seminggu setelah dirinya mendapat vaksin booster atau tepatnya di tanggal 31 Januari 2022.

“Suami juga merasa gregesi (tidak enak badan) lalu cek ke dokter hasilnya negatif,” ungkapnya.

Sementara Luluk merasakan tenggorokan gatal selama dua hari.

“Mulai 6 Februari aku cek ke PMI. Hasilnya positif, terus aku tanya apakah harus ke rumah sakit atau puskesmas biar dapat obat. Petugasnya jawab cukup isoman di rumah saja,” jelasnya.

Selama proses isoman, Luluk menyediakan obat-obatan dan vitamin untuk menunjang kesehatannya.

Tanpa harus mengunjungi rumah sakit ataupun peskesmas, kesehatan Luluk berangsur membaik.

Dua anaknya yang tinggal satu rumah kala isoman juga semuanya negatif saat dites Senin (14/2/2022) kemarin.

Meski tergolong gejala ringan, namun ia bercerita setiap malam memasuki pukul 20.00 WIB tubuhnya dipastian menggigil.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kulon Progo Tambah 40 Orang, Mayoritas Jalani Isoman di Rumah

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved