Masih Ingat Pemuda Bantul yang Jual Perabot Rumah? Kini Dia Malah Kembali Berulah

Dwi Rahayu Saputro (24), warga Pundong, Kabupaten Bantul kembali berulah menjual perabot rumahnya sendiri

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Dok.IST
Penampakan rumah DRS (24) alias Dwi warga Padukuhan Paten, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Masih ingat dengan kasus seorang pemuda di Bantul yang menjual perabot rumahnya sendiri?

Dikabarkan, kini sang pemuda tersebut kembali bikin ulah. 

Dwi Rahayu Saputro (24), warga Pundong, Kabupaten Bantul yang pernah terlibat kasus penjualan dalam rumah sendiri kembali melakukan ulah yang sama.

Sekadar informasi, pada Januari 2022 lalu, ibu dari Dwi, yakni Paliyem (57), telah mencabut laporannya, dan Kejaksaan Negeri Bantul pun telah mengeluarkan surat keputusan penghentian penuntutan.

Kini, pemuda asal Padukuhan Paten, Kalurahan Srihardono Kapanewon Pundong Kabupaten Bantul tersebut kembali menjual perabotan milik ibunya.

Hal itu diungkapkan oleh Warsito (63) paman dari Dwi.

Baca juga: Pengakuan Pemuda di Bantul yang Jual Perabotan Rumah Orang Tua demi Memberi Hadiah Pacarnya

Baca juga: Pemuda Bantul yang Jual Genting Rumah Cium Kaki Ibunya, Disaksikan Kades, Camat dan Dukuh

Warsito mengatakan bahwa pada Kamis (10/2/2022) petang kemarin ia mendengar ada mobil bak terbuka yang datang ke rumah Paliyem.

Saat itu ia melihat Dwi dibantu kru mobil pick up tersebut tengah menaikkan lemari dari dalam rumah.

"Saya kaget. Jangan-jangan Dwi jual lemari lagi," ujarnya, Jumat (11/2/2022).

Curiga akan perbuatan keponakannya tersebut, ia langsung lapor ketua RT setempat.

Ketua RT pun langsung mendatangi ke rumah Paliyem dan mencoba bertanya kepada Dwi perihal tersebut.

Dari sana terungkap bahwa Dwi bermaksud menjual lemari milik orangtuanya.

Tersangka DRS saat berada di Polres Bantul
Tersangka DRS saat berada di Polres Bantul (TRIBUNJOGJA.COM/ Santo Ari)

Setelah sempat berdebat cukup lama, akhirnya lemari tersebut diturunkan kembali.

Sementara Dwi langsung pergi meninggalkan rumahnya dengan alasan mencari ibunya untuk membayar ongkos mobil tersebut.

Warsito sebenarnya sudah menaruh curiga kepada Dwi, pasalnya beberapa hari setelah dibebaskan Dwi terlihat membawa kompor gas sekaligus tabung gasnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved