Berita Kota Yogya Hari Ini
Beberapa Wilayah di Kota Yogyakarta Sempat Banjir, BPBD Kerahkan Relawan KTB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mengerahkan relawan Kampung Tangguh Bencana (KTB) di tiap wilayah yang ada Kota Yogyakarta
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mengerahkan relawan Kampung Tangguh Bencana (KTB) di tiap wilayah yang ada Kota Yogyakarta.
Langkah itu dilakukan sebagai rangkaian mitigasi bencana, apabila banjir datang di tengah cuaca ekstrem kali ini.
Kepala BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat mengatakan, pengawasan di tiap lokasi potensi bencana sudah dilakukan.
Baca juga: Pembayaran PBB P2 Tahun 2021 Kota Yogyakarta Lampaui Target, Capai Rp 97 Miliar
Ia tak menampik sudah ada beberapa titik wilayah yang terjadi banjir sejak Rabu (19/1/2022) lalu.
"Kemarin itu memang ada wilayah yang banjir, seperti di Mantrijeron. Tapi setelah hujan reda, banjir juga surut," terang Nur Hidayat dihubungi, Kamis (20/1/2022).
Ia mengungkapkan Rabu kemarin debit air di Kali Code sempat meluap setinggi 130 centimeter.
Sementara di Kali Winongo ketinggian mencapai 2 meter lebih dari permukaan sungai.
"Kalau (Sungai) Winongo surutnya kan lambat, karena saluran selatan itu kecil dan sempit. Kalau Kali Code itu biasanya cepat ya. Tapi tidak sampai membahayakan," terang dia.
Lebih lanjut, Nur Hidayat menyebut ada satu talud yang mengalami retak di Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis.
Pihaknya sudah mengecek dan masih proses asesmen oleh timnya.
"Nanti dilihat seberapa jauh penanganannya. Karena belum tahu luas keretakannya, apa saja yang gogos. Belum selesai," jelas Nur Hidayat.
Nur menjelaskan bahwa hingga kini sudah disiapkan bambu dan juga karung berisi tanah untuk menanggulangi longsor di wilayah itu.
Baca juga: Jaringan Kulon Progo Bergerak Dorong Berbagai Pihak Berupaya Konkret Tangani Kekerasan Seksual
"Sudah disiapkan, nanti setelah ada asesmen kita lihat tindak lanjut yang bisa kita lakukan," jelasnya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat bahwa prediksi La Nina masih akan terjadi hingga pertengahan tahun atau Bulan Juni 2022.
Namun prediksi terjadinya cuaca yang ekstrem terjadi pada Januari hingga Februari nanti.
"Hitungannya Januari 2022 ini masih terjadi cuaca ekstrem ya. Di wilayah utara juga cukup tinggi dampak banjir ketika terjadi hujan deras," pungkasnya. (hda)