Berita Bantul Hari Ini

Hari Pertama Kick Off Vaksin Booster di Bantul Terpantau Sepi Peminat Lansia

Pemkab Bantul telah memulai pelayanan vaksinasi dosis ketiga atau booster untuk masyarakat umum. Pada saat kick off Senin (17/1/2022) kemarin,

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
ilustrasi : vaksin booster 

Hari Pertama Kick Off Vaksin Booster di Bantul Sepi Peminat Lansia  

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemkab Bantul telah memulai pelayanan vaksinasi dosis ketiga atau booster untuk masyarakat umum.

Pada saat kick off Senin (17/1/2022) kemarin, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul menyasar lansia dan pelayanan publik.

Namun demikian, dari target 1.000 orang, hanya 180 orang yang datang untuk vaksin.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan Bantul, dr. Abednego Dani Nugroho menduga bahwa masih banyak masyarakat yang ragu-ragu dengan vaksin booster.

Baca juga: Omicron Melonjak, Epidemiolog UGM Minta Pemerintah Tetap Prioritaskan Vaksin Covid-19 untuk Anak

"Dari sisi peminatan saja, mungkin masyarakat masih ragu-ragu untuk mengakses vaksin dosis tiga. Tapi dari sisi pelayan publik, antusias mereka cukup tinggi," ujarnya saat dihubungi Selasa (18/1/2022).

Ia menegaskan bahwa terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang minimnya peserta vaksin booster. Pasalnya pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga ini baru berjalan satu hari.

Namun demikian ia mengakui, dari 180 peserta vaksin, paling banyak adalah pelayan publik yang langsung datang tanpa mendaftar via website ikutvaksin.bantulkab.go.id.

Pria yang akrab disapa Abed mengakui bahwa pendaftar via website  masih sangat kecil di Kabupaten Bantul.
 
Namun demikian, meski sedikitnya lansia yang datang, ia mengakui bahwa hal itu dikarenakan bahwa sasaran lansia paling banyak dilakukan oleh puskesmas-puskesmas di wilayah Bantul.

"Jadi kita harus fokuskan ke puskesmas agar lebih dekat dengan para lansia itu. Saya paham juga kalau lansia yang datang ke sentra dinkes terlalu jauh," imbuhnya.

Abed menyatakan bahwa Pemkab Bantul membuat website ikutvaksin.bantulkab.go.id bertujuan untuk memudahkan masyarakat agar tidak mengantre terlalu lama di meja pendaftaran.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa masyarakat yang tidak mendaftar lewat web pun akan tetap dilayani.

"Jadi kami tidak menolak yang tidak mendaftar lewat web, hanya konsekuensinya antrean di meja nol menjadi terlalu banyak," ungkapnya.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin booster, kini sudah bisa dilayani di seluruh puskesmas, rumah sakit dan klinik yang ada di Bantul. Syaratnya cukup menyertakan NIK.

"Tidak perlu membawa kartu vaksin tidak apa-apa. Karena dengan NIK kan akan kelihatan riwayatnya. Atau bisa dengan menunjukan e-ticket di pedulilindungi," tandasnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved