Breaking News:

Inilah Perbedaan Gejala Omicron dan Flu Biasa yang Perlu Kamu Tahu

Walau disebut gejala Omicron dan flu biasa sangat mirip, ada perbedaan yang perlu kamu tahu dan bisa jadi referensi untuk membedakan keduanya. 

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Jeremy Selwyn / POOL / AFP
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengunjungi Health di pusat vaksinasi Stowe di pusat kota London pada 13 Desember 2021. Johnson memperingatkan "gelombang pasang" Omicron yang menjulang dan mengajukan target untuk memberikan suntikan booster selama satu bulan ke atas 18 tahun. 

TRIBUNJOGJA.COM - Gejala yang dialami pasien Covid-19 varian Omicron dan flu biasa sangat mirip. Namun, keduanya tetap memiliki perbedaan. 

Walau disebut gejala Omicron dan flu biasa sangat mirip, ada perbedaan yang perlu kamu tahu dan bisa jadi referensi untuk membedakan keduanya. 

Perbedaan Omicron dan flu biasa

Gejala yang ditimbulkan oleh Omicron dan flu biasa sangat mirip. Namun ada beberapa hal yang bisa membantu Anda membedakan keduanya.

- Hilang penciuman dan indra perasa. Gejala ini adalah gejala yang khas dari Covid-19. Walaupun tidak semua pasien Covid-19 varian Omicron mengalami gejala ini, jika Anda mengalaminya, maka besar kemungkinan Anda terkena Covid-19.

- Sakit kepala parah. Pada pasien Covid-19, sakit kepala parah umum menyerang. Biasanya rasa ini muncul sebagai rasa seperti kepala berdenyut atau ditusuk-tusuk.

- Sulit bernapas atau napas pendek. Walaupun sama-sama penyakit saluran pernapasan, flu tidak membuat seseorang mengalami napas pendek atau sulit bernapas. Jika Anda mengalami gejala ini, kemungkinan besar Anda telah tertular virus Covid-19.

Bila Anda mengalami gejala yang mengarah ke Covid-19, segera lakukan tes untuk memastikan kondisi Anda.

Segera lakukan isolasi mandiri, setidaknya 10 hari, serta hubungi orang-orang yang kontak erat dengan Anda beberapa hari terakhir.

Seperti diketahui bahwa infeksi varian Omicron terus bertambah dan membuat banyak pihak khawatir. Bahkan Pemerintah Indonesia telah menyatakan bahwa vaksin booster diperlukan sebagai upaya melawan varian baru ini.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved