Mayoritas Pasien Omicron di Indonesia Tidak Bergejala, Ini Analisis dan Penjelasan Ahli
Di satu sisi, mungkin juga vaksin Covid-19 tersebut membuat imunitas seseorang meningkat, sehingga tahan akan Varian Omicron
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Sebagian besar pasien kasus Covid-19 Varian Omicron di Indonesia tak menunjukkan gejala alias OTG.
Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Prasenohadi, membeberkan hal itu dikarenakan efektivitas vaksin Covid-19 yang bekerja baik dalam tubuh seseorang.
Maka, seseorang yang sudah divaskin cenderung mampu bertahan dari Varian Omicron ini.
Di satu sisi, mungkin juga vaksin Covid-19 tersebut membuat imunitas seseorang meningkat.
"Itu yang menyebabkan orang yang sudah divaksin bisa tahan dari virus ini. Mungkin juga imun orang tersebut meningkat."
Baca juga: Kekhawatiran WHO Atas Cepatnya Lonjakan Kasus Omicron Secara Global
Baca juga: Rincian 68 Kasus Omicron di Indonesia, Mayoritas WNI yang Baru Datang dari Turki dan Arab Saudi
"Memang ada beberapa kasus di luar negeri ada yang meninggal atau gejala berat."
"Tapi tidak sebanyak kasus seperti di Indonesia ketika varian Delta kemarin itu," kata Prasenohadi dalam tayangan YouTube BNPB, Kamis (30/12/2021).
Meskipun begitu, ia mengingatkan, orang yang sudah divaksin bisa terinfeksi virus Covid-19 kembali, termasuk Varian Omicron.
Hal itu terjadi lantaran antibodi seseorang akan menurun seiring berjalannya waktu.
Prasenohadi menyebut, dalam Varian Omicron, ada sesuatu di dalam virus tersebut yang menyebabkan seseorang masih bisa terinfeksi Covid-19 kembali.
Untuk itu, menurut dia, salah satu jalan penting untuk menghadapi Varian Omicron ini dengan pelaksanaan vaksinasi booster.
Namun, orang yang divaksin booster juga tetap bisa terinfeksi Covid-19 kembali.
"Makanya kenapa booster menjadi hal yang penting menghadapi kasus Omicron. Sepertinya dua kali vaksinasi tidak cukup dalam menghadapi Omicron."
"Pemberian booster menjadi sangat penting dalam mengatasi infeksi virus ini," kata dia.
Selain itu, Prasenohadi juga menjelaskan gejala Varian Omicron.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ilustrasi-Varian-Omicron-terbaru.jpg)