Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Sejumlah Objek Wisata di DI Yogyakarta Tak Bisa Akses PeduliLindungi Karena Terkendala Sinyal 

Dinas Pariwisata (Dispar) DIY masih kesulitan memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi di sejumlah objek wisata. 

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Yuwantoro Winduajie
Kepala DInas Pariwisata DIY Singgih Raharjo 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pariwisata (Dispar) DIY masih kesulitan memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi di sejumlah objek wisata. 

Kepala Dispar DIY, Singgih Raharja menuturkan, masalah sinyal internet masih menjadi kendala utama dalam penerapan aplikasi tersebut. 

Terutama di tempat-tempat wisata alam yang berada di daerah perbatasan maupun kawasan terpencil.

Seperti di kawasan pantai Gunungkidul serta Manoreh.

Baca juga: Wisatawan di Malioboro Melonjak Pesat Selama Libur Natal 2021, Sentuh 7.500 Orang Per Hari 

"PeduliLindungi sinyalnya di lokasi kesulitan. Ada beberapa provider seluler yang lemah sehingga wisatawan kesulitan. Itu ada di pantai Gunungkidul dan di Perbukitan Manoreh sampai sekarang kesulitan sinyal seluler," terang Singgih, Senin (27/12/2021).

Sedangkan untuk pantai di wilayah Bantul, menurut Singgih sudah tercover jaringan internet dengan baik.

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pihak provider untuk mengatasi masalah tersebut. 

"Kita mendorong untuk penguatan jaringan seluler. Kalau misalnya pengadaan wifi kan biasanya hanya terbatas  untuk pengelola," paparnya.

Singgih melanjutkan, sebagai langkah alternatif, tempat wisata yang mengalami kendala sinyal diperkenankan melakukan skrining pengunjung secara manual yakni dengan memeriksa kartu vaksin Covid-19 yang dibawa wisatawan.

Kemudian terkait adanya sanksi penutupan terhadap tempat wisata yang tak menggunakan PeduliLindungi, Singgih bakal memastikan terlebih dahulu kendala yang dialami tempat wisata sebelum memberikan sanksi penutupan. 

Baca juga: Omicron Masuk Indonesia dan Isu Penyekatan di DI Yogyakarta Sebabkan Okupansi Hotel di DIY Anjlok

Tapi kita melihat bagaimana kesulitan mereka. Ada destinasi yang blank jadi mereka tidak bisa melakukan scaning maka opsinya harus pakai kartu vaksin. Ini jadi bagian dari implementasi.

Lebih jauh, Singgih mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan masih tergolong tinggi di musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini.

Kendati demikian, jumlah wisatawan mengalami penurunan saat Natal.

"Justru saat Natal malah menurun. Tapi datanya nanti saya lihat dulu untuk jumlah kunjungannya," paparnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved