Satpol PP DIY Beli 2 Motor Ninja dan 10 KLX untuk Kawal Pejabat dan Patroli, Ini Tanggapan DPRD DIY

Kendaraan yang dipilih adalah dua unit motor gahar bermerek Kawasaki Ninja ZX-25R dan 10 unit motor KLX 230 cc. 

Tribun Jogja/ Yuwantoro Winduajie
Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY melakukan pengadaan sejumlah kendaraan operasional untuk digunakan para anggotanya. 

Kendaraan yang dipilih adalah dua unit motor gahar bermerek Kawasaki Ninja ZX-25R dan 10 unit motor KLX 230 cc. 

Fasilitas tambahan yang menghabiskan anggaran sekitar Rp715 juta itu diharapkan dapat mendukung upaya penegakan Peraturan Daerah (Perda) di wilayah DIY. 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, menganggap bahwa upaya pengadaan yang dilakukan Satpol PP DIY bukanlah ajang pemborosan.

Sebab selama ini, kelengkapan peralatan Satpol PP masih tergolong minim sedangkan instansi tersebut juga memiliki banyak ketugasan di lapangan. 

Kalangan legislatif pun sebelumnya  telah merencanakan pembelian belasan unit sepeda motor tersebut.

"Sudah kita rencanakan lama tentang pengadaan kelengkapan untuk Satpol PP ya kita lihat sekarang masalah sosial yang perlu penanganan Satpol PP banyak sekali," jelas Huda saat ditemui di Hotel Inna Garuda, Selasa (21/12/2021).

Huda mencontohkan, saat ini Satpol PP kesulitan melakukan penertiban maupun pengejaran terhadap manusia silver yang belakangan ini marak bermunculan. 

Selain itu, motor berspesifikasi tinggi juga diharapkan juga dapat meredam maraknya aksi kejahatan jalanan atau biasa disebut klitih.

Dengan adanya dukungan fasilitas tambahan, diharapkan dapat meningkatkan mobilitas anggota untuk melakukan tugas-tugasnya.

"Misalnya manusia silver seperti itu. Sudah di razia di sana muncul situ. Nggak selesai-selesai. Kemudian ada operasi klitih. Kan masalah itu banyak banget," jelasnya.

Huda menjelaskan, personel Satpol PP saat ini juga tergolong minim. Sehingga mereka perlu dibekali dengan peralatan yang mumpuni.

"Perlengkapan sekarang kurang sehingga support untuk pembelian itu sudah direncanakan. Mudah-mudahan dengan jumlah orang yang terbatas itu dengan didukung peralatan itu bisa jadi lebih baik kinerjanya," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved