Berita Kulon Progo Hari Ini
Polres Kulon Progo Gelar Operasi Lilin Progo Jelang Nataru Selama 10 Hari
Pengawasan dilakukan selama 10 hari mulai 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022 di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kepolisian resor (Polres) Kulon Progo akan melaksanakan Operasi Lilin Progo menjelang natal dan tahun baru (nataru).
Pengawasan dilakukan selama 10 hari mulai 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022 di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan.
Kapolres Kulon Progo, AKBP Muharomah Fajarini mengatakan polres setempat akan membuat dua pos pengamanan (pospam) di wilayah Temon dan Alun-alun Wates.
Baca juga: Polres Kulon Progo Berikan Bansos dan Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Berwisata
Serta tiga pos pelayanan di Glagah, Waduk Sermo dan Nanggulan.
Polres Kulon Progo mengerahkan kurang lebih 132 personil dibantu personil lintas sektoral ada 110 personil.
"Koordinasi sudah dilaksanakan dan dipimpin oleh Bupati Kulon Progo. Kami bersinergi dengan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan TNI mengamankan wilayah Kulon Progo agar terhindar dari sebaran Covid-19. Serta terpelihara kamtibmas," ucapnya, Senin (20/12/2021).
Dikatakannya, operasi lilin menyasar masyarakat yang melaksanakan ibadah natal dan akan berwisata.
Kemudian tempat-tempat ibadah dan objek wisata.
Baca juga: Polres Kulon Progo Amankan Botol Miras Saat Gelar Blue Light Patrol
Sehingga masyarakat yang akan melaksanakan ibadah bisa berjalan dengan nyaman dan aman, serta mengantisipasi lonjakan Covid-19 pasca pelaksanaan nataru.
Terpisah Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Fajar Gegana mengatakan pihaknya juga akan mengawasi jalan-jalan alternatif atau jalan tikus menuju destinasi wisata.
Sebab dari pengalaman tahun sebelumnya, ada beberapa objek wisata yang mengalami penumpukan wisatawan yang masuk melalui jalan alternatif.
"Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait. Nantinya jalur tersebut bisa dijaga oleh petugas dan penumpukan wisatawan bisa diantisipasi," ujarnya. ( Tribunjogja.com )