Pelukis Bantul Ini Gabungkan Wayang, Seni Lukis dan Iman Katolik dalam Karya Lukisan Bertema Natal

Petrus Herjaka (64) seorang pelukis di Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul merefleksikan Natal dalam bingkai lukisan dengan

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Santo Ari
Petrus Herjaka (64) dan karya lukisannya 

Selain untuk mengabarkan kebaikan, dirinya juga ingin agar generasi muda dapat lebih mengenal wayang dan melestarikannya.

Maka dari itu, selain membuat lukisan, Herjaka juga telah menulis dan menerbitkan buku tentang wayang.

Setidaknya ada sembilan judul buku yang telah ia luncurkan, selain untuk kaum dewasa, dia juga membuat buku dengan sasaran anak-anak.  

Berbicara tentang lukisan, Herjaka selama ini juga memasarkan karya-karyanya dengan berbagai sarana, baik itu pameran, relasi hingga website herjaka.com.

Peminatnya justru kebanyakan berasal dari luar DIY. Yang paling laris adalah lukisan wayang bertema kerohanian. Bahkan karyanya tersebut terjual hingga ke Amerika.

"Kalau paling jauh itu ya laku sampai Amerika, Belanda, Perancis, Australia, Belgia, Jerman. Seperti di Prancis itu karena awalnya saya ikut pameran," ungkapnya.

Terkait besaran nominal di tiap karyanya, Herjaka tak menyebutnya. Ia memang tidak begitu mementingkan berapa rupiah karyanya bisa laku terjual, karena ia lebih bertujuan untuk menebar kebaikan melalui media lukis.  

"Masih puluhan juta per lukisan, sebenarnya masalah harga itu nomor 2. Wong pernah ada orang saking sukanya sama lukisan saya mau beli tapi kurang uangnya, yasudah tidak apa-apa dicicil," ucapnya.

Baca juga: Jadi Kebutuhan Masyarakat, Penjualan Roda Dua Astra Motor Yogyakarta Meningkat di Tahun 2021

Herjaka mengakui bahwa lukisan bertema Natal yang ia buat selama empat bulan belakangan memang belum dipesan calon pembeli. Namun di luar itu, puluhan lukisan lainnya sudah laku terjual dan ini merupakan berkah tersendiri selama pandemi Covid-19.  

"Untuk lukisan tema natal belum ada yang pesan, tapi meski tidak ada pesanan saya tetap melukis setiap hari. Dan itu malah membuat pesanan saya berlimpah saat Corona," ucapnya.

Saat ini, dirinya tengah  merampungkan pesanan lukisan bertema Jalan Salib atau proses penyaliban Yesus. Lukisan berjumlah 14 lembar ini merupakan pesanan dari salah satu gereja di DIY.  

"Kebetulan bulan ini harus selesai karena mau diberkati tanggal 1 Januari 2022," tandasnya. (nto) 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved