Pelukis Bantul Ini Gabungkan Wayang, Seni Lukis dan Iman Katolik dalam Karya Lukisan Bertema Natal
Petrus Herjaka (64) seorang pelukis di Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul merefleksikan Natal dalam bingkai lukisan dengan
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Petrus Herjaka (64) seorang pelukis di Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul merefleksikan Natal dalam bingkai lukisan dengan tokoh wayang di dalamnya.
Herjaka memang menyukai wayang sejak kecil, dengan melekatnya dunia pewayangan di dirinya, ia mulai mengimplementasikannya menjadi karya lukisan.
Kini Herjaka telah menyelesaikan tiga lukisan seri Natal. Lukisan tersebut merupakan alur cerita bagaimana Yesus lahir.
Lukisan pertama berceritakan tentang Yusuf dan Maria sedang dalam perjalanan ke Bethlehem.
Lukisan kedua menggambarkan tentang gembala yang tidur di padang dan mendapat kabar gembira dari malaikat tentang kelahiran Yesus.
Dan lukisan terakhir adalah adegan di mana Yesus telah lahir dan didatangi para gembala.
Baca juga: Gandeng GSM, Kemendikbudristek Siapkan Perombakan Kurikulum SMK
"Karya ini adalah penghayatan saya sebagai Katolik, pengalaman iman juga bisa masuk dalam proses penciptaan," ujarnya Senin (20/12/2021).
Dalam lukisan bertema Natal ini, ia memadukan wayang purwa, wayang beber dan realis di dalamnya.
Jika menengok kembali ke belakang, Herjaka menyatakan bahwa dirinya sudah dikenalkan wayang oleh orang tuanya sejak dirinya masih kecil.
"Sejak kecil suka nonton wayang, rumah saya kan di Mangkyudan dekat alun-alun selatan. Tiap bulan diajak bapak nonton wayang di Sasana Hinggil. Akhirnya sampai besar saya suka dengan bentuk, cerita, wayang hingga akhirnya wayang tersebut saya terapkan dalam seni lukis," terangnya.
Herjaka menempuh pendidikan di sekolah menengah seni rupa (SMSR) dan lulus tahun 1975.
Selanjutnya, Herjaka memilih untuk bekerja sembari berkarya dan mulai fokus kuliah di IKIP jurusan seni rupa pada tahun 1985. Sejak saat itu dia mulai fokus mengusung tema wayang purwa di setiap karyanya.
"Tahun 1974 mulai melukis dan tahun 1980 mulai mengusung tema wayang purwa. Sampai sekarang sudah ada sekitar 2.700 lukisan yang sudah saya buat. Sebagian besar bertema wayang," terangnya.
Terkait media lukisannya, Herjaka memilih kanvas dan cat minyak. Ia sendiri memilih tema wayang karena di dalamnya banyak mengandung filosofi.
Menurutnya wayang berkisah tentang perjalanan manusia secara universal dan sampai saat ini masih sangat relevan. Dan seluruh karakter wayang ada dalam diri manusia.
"Saya kembalikan pada makna wayang, 'Wahananing Hyang' atau sarana Tuhan untuk menyebarkan kebaikan. Dengan berpegang itu maka saya ingin lukisan saya juga ingin mengabarkan kebaikan," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Petrus-Herjaka-64-dan-karya-lukisannya.jpg)