Breaking News:

Pemkab Klaten Minta Warga Patuhi Prokes dan Tidak Panik dengan Varian Omicron

Pemkab Klaten, Jawa Tengah meminta warganya untuk tidak panik dengan munculnya varian Omicron di Indonesia.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Plh Sekda Klaten Ronny Roekmito 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemkab Klaten, Jawa Tengah meminta warganya untuk tidak panik dengan munculnya varian Omicron di Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Klaten meminta masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya sudah share ke teman-teman camat untuk diteruskan ke desa dan warga terkait adanya omicron agar tidak panik," ujar Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Ronny Roekmito pada TribunJogja.com, Minggu (19/12/2021).

Baca juga: Pemkab Kulon Progo Targetkan Dosis 1 Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun Selesai Akhir 2021

Pesan tersebut, lanjut Ronny juga telah ia sampaikan kepada jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Diakui Ronny, dengan adanya temuan kasus Covid-19 varian Omicron itu, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Klaten berencana untuk mengaktifkan kembali Satgas Covid-19 di tingkat desa dan RT.

"Kita juga sampaikan kepada camat untuk meminta kepala desa dan RT, RW untuk pantau warganya yang datang dari luar daerah," ucap dia.

Meski demikian, Ronny menegaskan bahwa Pemkab Klaten belum berencana untuk mengkarantina warga yang datang dari luar daerah.

"Untuk dilakukan karantina belum, nanti kita lihat perkembangan hingga tanggal 24 desember 2021," tandasnya.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi 19 Desember 2021: Keluarkan Lava Pijar 6 Kali Jarak 1.500 Meter ke Barat Daya

Sementara itu, Kepala Dinkes Klaten, Cahyono Widodo menyampaikan pada data Sabtu (18/12/2021) terdapat 1 pasien Covid-19 sembuh dan tak ada penambahan kasus baru.

"Dengan demikian jumlah kumulatif Covid-19 di Klaten berjumlah 34.833 kasus. Dari jumlah itu 1 pasien masih menjalani perawatan dan 31.909 pasien sembuh serta 2.923 pasien meninggal dunia," tandasnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved