Breaking News:

Pandemi Covid 19

Jangan Khawatir, Vaksin Covid-19 Tak Akan Pengaruhi Kesuburan Anak di Masa Depan

Ahli endokrinologi reproduksi Kaylen Silverberg, MD, mengatakan bahwa tidak ada data yang menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 berdampak pada kesuburan

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Mohammed Hasan | Pixabay
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebagian orangtua mungkin ada yang khawatir jika vaksin covid-19 bisa memberikan efek samping serius pada anak. Satu di antaranya kekhawatiran jika pemberian vaksin bisa mempengaruhi kesuburan anak.

Kekhawatiran serupa terjadi pula di negara-negara maju semisal Amerika Serikat.

Hal itu dibuktikan lewat sebuah survei terbaru dari Kaiser Health Foundation yang menemukan bahwa 66% orang tua dengan anak-anak berusia antara 5 dan 11 tahun khawatir bahwa vaksin COVID-19 dapat berdampak negatif pada kesuburan anak mereka di masa depan.

Kekhawatiran ini menimbulkan tantangan serius untuk membuat sebagian besar anak-anak AS divaksinasi, yang merupakan bagian penting dari peningkatan tingkat vaksinasi nasional dan mengakhiri pandemi. Dan itu didasarkan pada klaim yang menurut para ahli tidak benar.

“Tidak ada bukti bahwa vaksin Pfizer COVID—yang saat ini disetujui untuk anak-anak berusia 5-11 tahun—menyebabkan kemandulan,” Maria I. Rosas, MD, spesialis penyakit menular pediatrik dengan KIDZ Medical, kepada Verywell belum lama ini.

“Baik bahan vaksin maupun antibodi yang dibuat oleh tubuh Anda setelah vaksin tidak mempengaruhi kesuburan," tambahnya.

Adapun, mitos yang beredar di media sosial ini awalnya berasal dari surat yang dikirim ke European Medicines Agency, menurut Paul Offit, MD, penasihat vaksin Food and Drug Administration (FDA).

Dokter anak dan kepala Pusat Pendidikan Vaksin di Rumah Sakit Anak Philadelphia mengatakan dalam sebuah video bahwa surat itu berisi klaim yang tidak berdasar bahwa ada kesamaan antara protein lonjakan SARS-CoV-2 dan syncytin-1— protein yang ada di permukaan sel plasenta.

"Jadi pemikirannya adalah, jika Anda membuat respons antibodi terhadap protein lonjakan virus corona, Anda juga secara tidak sengaja membuat respons antibodi terhadap protein syncytin-1 ini pada permukaan sel plasenta, yang kemudian akan memengaruhi kesuburan," Kata Offit dalam video tersebut.

“Pertama-tama, itu tidak benar. Kedua protein itu sangat berbeda. Ini seperti mengatakan Anda dan saya memiliki nomor jaminan sosial yang sama karena keduanya berisi nomor lima. Jadi itu salah, sejak awal,” tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved