BPPTKG Yogyakarta Masih Pertahankan Status Siaga pada Gunung Merapi
Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, mengatakan aktivitas Gunung Merapi hingga saat ini masih terbilang tinggi.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta masih mempertahankan status Siaga pada Gunung Merapi.
Status Siaga Gunung Merapi ini sendiri meningkat menjadi sejak 5 November 2020 lalu.
Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, mengatakan aktivitas Gunung Merapi hingga saat ini masih terbilang tinggi.
Sehingga pihaknya masih mempertahankan status Siaga terhadap Gunung Merapi.
"Untuk perkembangan saat ini belum ada perubahan yang signifikan. Saat ini masih Siaga karena memang aktivitas masih tinggi. Sejak kami naikkan statusnya, sampai saat ini aktivitasnya masih sama (tinggi),"katanya, Selasa (14/12/2021).
Baca juga: Gunung Merapi Keluarkan 5 Kali Guguran Lava Pijar, Jarak Luncur Maksimal 1,8 Km me Barat Daya
Baca juga: Sultan Yogyakarta Minta Jalur Evakuasi Gunung Merapi Harus Lebih Baik
Ia menyebut rekomendasi yang diberikan BPPTKG Yogyakarta belum berubah.
Masyarakat masih diimbau untuk tidak beraktivitas di daerah bahaya yaitu 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
"Sampai saat ini potensi masih seperti itu, rekomendasi belum berubah. Tapi ini berdasarkan data saat ini, data berkembang terus,"sambungnya.
Terkait mitigasi, pihaknya sudah menyerahkan rekomendasi kepada pemerintah daerah yang terdampak.
Ia yakin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang terlibat sudah membuat rencana kontijensi.

Sebelumnya, Kasi Merapi BPPTKG, Agus Budi Santoso, mengatakan berdasarkan permodelan saat ini, jika kubah lava runtuh semua secara masif, jarak luncur tidak lebih dari lima kilometer. Artinya guguran tersebut tidak akan sampai ke rumah penduduk.
Pada periode 3 hingga 9 September 2021, tercatat ada empat kali awan panas guguran ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 2.200 meter.
Guguran lava sebanyak 190 kali ke arah barat daya dominan Sungai Bebeng, dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter.
Awan panas guguran terakhir tercatat pada Minggu (12/12/2021) kemarin.
Baca juga: Inilah Permodelan Awan Panas Guguran Gunung Merapi Jika Kubah Lava Runtuh Masif
Baca juga: Meski Tidak Siginifikan, Kubah Lava Bagian Barat Daya Gunung Merapi Terus Tumbuh
Tercatat awan panas terjadi pukul 10.18 dengan amplitudo 27mm dan durasi 158 detik. Sedangkan jarak luncur mencapai 2.000 ke arah barat daya.
"Saat ini kubah lava barat daya 1,6 juta meter kubik, tengah 3juta meter kubik. Berdasarkan permodelan sekarang, kalau kubah lava runtuh secara masif itu itu tidak lebih dari lima kilometer. Saat ini kan masih gripil-gripil,"ujarnya.
"Tidak sampai ke penduduk. Sampai saat ini kan kami pantau terus. Yang namanya ilmu manusia kan kita terbatas. Kejadian yang mungkin terjadi kami skenariokan. Untuk luncuran 3juta itu memang tidak sampai lima kilometer, tetapi harus kita update terus karena kondisi topografinya berubah dengan adanya erupsi,"imbuhnya. (*)