Update Berita Gunung Merapi
Meski Tidak Siginifikan, Kubah Lava Bagian Barat Daya Gunung Merapi Terus Tumbuh
Kubah lava bagian barat daya Gunung Merapi terpantau terus mengalami pertumbuhan, meski tidak signifikan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi hingga kini masih cukup tinggi.
Kubah lava bagian barat daya gunung di perbatasan DIY - Jateng itu juga terpantau terus mengalami pertumbuhan, meski tidak signifikan.
Hal itu, diungkapkan Suraji, satu di antara petugas yang melakukan pengamatan Gunung Merapi di pos Kaliurang.
Menurut dia, kubah lava gunung Merapi ada dua, yakni bagian tengah dan barat daya.
Kubah bagian tengah tumbuh relatif kecil dan membuka kawah ke Bebeng dan Krasak.
Baca juga: BPPTKG Pastikan Luncuran Awan Panas Merapi Tidak Sampai Permukiman Penduduk
Sementara, kubah di bagian barat daya memiliki volume 1,6 juta meter kubik.
Pertumbuhan saat ini masih terus terjadi, namun tidak begitu cepat.
Kondisi ini berbeda dibanding tahun 2010, yang pertumbuhan kubah lava setiap hari bisa 20 ribu meter kubik dan sanggup melontarkan material 200 juta meter kubik.
"Pertumbuhan (kubah) ada. Tapi belum begitu signifikan, masih lambat. Meskipun lambat tapi kita tidak tahu, karena statusnya kan masih siaga level 3. Kita tetap memberi informasi kepada masyarakat kalau nanti ada peningkatan," kata Suraji, Senin (13/12/2021).
Saat ini, pihaknya terus fokus melakukan pengamatan semua data dari Gunung Merapi.
Seperti terjadinya vulkanik dangkal dan vulkanik dalam, guguran, serta hembusan.
Termasuk deformasi atau perubahan bentuk gunung.
Setiap malam, kata dia, 15 petugas dari beberapa pos secara bergiliran melakukan pengamatan deformasi mengunakan metode Elektronics Distance Measurement (EDM).
Baca juga: Kubah Lava Gunung Merapi Terus Bertumbuh Hingga 4,5 Juta Meter Kubik
Saat ini, aktivitas gunung Merapi dinilai masih fluktuatif.
Kubah lava mengalami pertumbuhan, tetapi masih landai, belum signifikan.