Sebanyak 46 Penyandang Disabilitas dari BRTPD Dinsos DIY Siap Berkarya di Tengah Masyarakat

Ratusan penyandang disabilitas di bawah asuhan Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) Dinas Sosial DIY, Pundong Bantul memperingati

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Santo Ari
Dinas Sosial DIY memperingati hari Disabilitas Internasional 2021 bersama para penyandang disabilitas di BRTPD Pundong, sabtu (11/12/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ratusan penyandang disabilitas di bawah asuhan Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) Dinas Sosial DIY, Pundong Bantul memperingati Hari Disabilitas Internasional 2021, Sabtu (11/12/2021).

Dalam acara tersebut disuguhkan karya-karya dari Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) atau siswa BRTPD, termasuk melepas 46 PPKS yang telah lulus dan siap berkarya di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih mengungkapkan untuk merayakan hari disabilitas, pihaknya melepas 46 anak penyandang disabilitas dan berharap keahlian yang mereka miliki dapat menjadi bekal untuk kembali ke masyarakat dan berkarya untuk kehidupan mereka dan masa depan mereka.

Baca juga: DLH Kota Yogyakarta Ajak Masyarakat Pilah Sampah B3

Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan BRTPD telah menyiapkan para penyandang disabilitas ini agar bisa mandiri, berkarya dan memiliki bekal untuk kehidupan mereka pribadi.

"Di BRTPD ada bimbingan mental sosial, keterampilan, menggali potensi mereka, agar apa yang jadi potensi mereka bisa dikembangkan," ujarnya.

Ia pun meminta kepada masyarakat yang memiliki anak-anak penyandang disabilitas untuk tidak menyembunyikan anak-anak mereka.

"Tapi bawa ke dinas sosial agar anak-anak ini bisa mempunyai harapan untuk kehidupan mereka di masa depan. Jangan malah disembunyikan," ungkapnya.

Ia mengajak agar masyarakat dapat bersama Dinas Sosial DIY membantu para penyandang disabilitas ke arah kemandirian.  

"Bukan berarti mereka dengan kekurangannya tidak bisa menjalani kehidupan, tapi dengan kekurangannya nanti bisa jadi kelebihan mereka untuk menatap masa depan mereka yang lebih baik," tandasnya.

Kepala BRTPD, Peni Sumarwati menambahkan, 46 PPKS yang diluluskan hari itu berasal dari ragam disabilitas. Bagi mereka yang kapasitas berpikirnya terbatas, telah mengikuti program rehabilitas sosial.

Sementara mereka yang kapasitas berpikirnya bisa dikembangkan, artinya mampu latih dan mampu didik, maka BRTPD telah membekali mereka praktik kerja.

Adapun seluruh kapasitas BRTPD sebanyak 185 orang termasuk 15 untuk wreda di atas 60 tahun. Dan dari jumlah tersebut sudah terisi 155 orang.

"Kami ada terapi penghidupan, yang tujuannya adalah memberikan bekal keterampilan bagi mereka sehingga mereka tidak saja berfungsi sosial dengan baik di masyarakat, tapi diharapkan mereka bisa mandiri secara ekonomi artinya mereka tidak akan bergantung lagi dengan bantuan dan sebagainya," tuturnya.

Mereka dapat bertahan menghidupi dirinya sendiri, berkarya dan bahkan ada beberapa alumni yang sudah membuktikan bisa membuat usaha dan mempekerjakan orang lain.
   
Sementara itu, Ndaru padma putri (30), Sewon, Bantul salah satu alumni BRTPD Pundong dalam peringatan Hari Disabilitas ini mengungkapkan bahwa menjadi penyandang disabilitas bukan akhir dari kehidupan.

"Tapi bagaimana cara kita bisa berjuang atau melanjutkan hidup dengan cara yang berbeda atau dengan cara yang unik," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved