Breaking News:

Satpol PP Klaten Sita 2.258 Batang Rokok Ilegal Berbagai Merek di 4 Kecamatan

Ribuan batang rokok ilegal disita oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Klaten dan Tim Gabungan saat menggelar razia pemberantasan

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok Damkar Klaten
Petugas Satpol PP Klaten dan Tim Gabungan saat lakukan razia rokok ilegal, Jumat (10/12/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Ribuan batang rokok ilegal disita oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Klaten dan Tim Gabungan saat menggelar razia pemberantasan barang kena cukai ilegal di Klaten, Jumat (10/12/2021).

Adapun razia pemberantasan barang kena cukai ilegal tersebut, menyasar 4 kecamatan yakni, Kecamatan Wedi, Bayat, Gantiwarno dan Prambanan.

Plt Kabid Penegakan Perda dan Perbup Dinas Satpol PP Klaten, Sulamto menyampaikan razia digelar selama 2 jam saja yakni mulai pukul 09.00 hingga pukul 11.00.

Baca juga: ASN Pemkab Magelang Dilarang Cuti dan Mudik saat Nataru

"Hasil razia kali ini, kita menyita sebanyak 2.258 batang rokok ilegal atau 113 bungkus rokok dari berbagai merek di 4 kecamatan," ujarnya pada TribunJogja.com seusai razia.

Menurut Sulamto, dasar dari razia itu yakni memperhatikan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

Kemudian, juga surat dari Sekda Provinsi Jawa Tengah tertanggal 26 November 2021 nomor 976/0016733 tentang permohonan personil operasi bersama pemberantasan barang kena cukai Ilegal di Kabupaten Klaten.

Razia kali ini, lanjut dia, melibatkan TNI, Polri, Satpol PP Jateng, KPPBC Surakarta, serta Bagian Perekonomian dan Bagian Hukum Setda Klaten.

"Hasil razia kali ini akan kita serahkan ke bea cukai untuk proses lebih lanjutnya," jelasnya.

Disinggung terkait toko-toko yang nekat menjual rokok ilegal itu, kata Sulamto, para penjual rokok yang ditemukan baru pertama kali menjual rokok ilegal itu.

Baca juga: Peringatan Cuaca Ekstrem BMKG Sabtu 11 Desember 2021: Potensi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah

"Rata-rata mereka baru pertama kali menjual rokok ilegal itu. Mereka ini nekat menjual karena beragam alasan, mulai dari laris manis di pasaran hingga mengaku ada yang belum tahu aturan, tapi tetap kita sita rokoknya dan kasih teguran," jelasnya.

Terkait harga rokok ilegal itu, kata dia, dijual sangat murah mulai dari Rp 4 ribu hingga Rp 6 ribu per bungkusnya sehingga menarik masyarakat.

"Itu yang isi 20 batang dengan harga Rp 4 ribu hingga Rp 6 ribu. Padahal harusnya satu batang rokok itu cukainya Rp 300," ucapnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved