Breaking News:

Berita Kulon Progo Hari Ini

PT Angkasa Pura I Bandara YIA Buka Suara Terkait Permohonan Keringanan PBB untuk Kedua Kalinya

Pengajuan permohonan keringanan PBB ini disebabkan adanya kenaikan NJOP Bumi pada 2021 yang dibebankan kepada pengelola bandara sebesar 626 persen.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri Purwaningsih
PTS General Manager Bandara YIA, Agus Pandu Purnama (kiri) didampingi jajarannya saat ditemui awak media, Jumat (3/12/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - PT Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Kabupaten Kulon Progo buka suara terkait permohonan keringanan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) untuk kedua kalinya kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat. 

PTS General Manager Bandara YIA, Agus Pandu Purnama menjelaskan pengajuan permohonan keringanan PBB ini disebabkan adanya kenaikan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) Bumi pada 2021 yang dibebankan kepada pengelola bandara sebesar 626 persen dari tahun sebelumnya.

Sehingga dari Rp 702.000 per meter persegi naik menjadi Rp 5,095 juta per meter persegi. 

Baca juga: PT Angkasa Pura 1 Yogyakarta International Airport (YIA) Minta Keringanan PBB ke Pemkab Kulon Progo

"Sehingga kami menilai kenaikan NJOP 2021 terlalu tinggi. Selain itu, dari luasan total area 583 hektar, hanya 447.930 meter persegi yang digunakan sebagai kawasan komersial. Serta menurut penetapan BPN (Badan Pertanahan Nasional), zona nilai tanah YIA sebesar Rp 2,3 juta per meter persegi untuk area pesisir. Sementara untuk area pinggir jalan sebesar Rp 3,5 juta per meter persegi. Dengan nilai pasar rata-rata tidak mencapai angka Rp 4 juta per meter persegi. Sehingga klasifikasi penetapan NJOP tidak mencapai Rp 5 juta per meter persegi," jelas Pandu saat ditemui awak media, Jumat (3/12/2021) 

Selain itu, kondisi YIA sejak dioperasionalkan pada 29 Maret 2021 lalu bersamaan dengan adanya pandemi Covid-19 sehingga berdampak pada jumlah penumpang di bandara tersebut.

Ditargetkan jumlah penumpang bisa mencapai 10 juta per tahun namun YIA hanya melayani 980 ribu penumpang. 

Dengan adanya jumlah penumpang yang tidak mencapai target tersebut, maka tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

"Bisa dihitung berapa kerugian bandara dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Disisi lain kita harus tetap berjalan dan memberikan pelayanan prima kepada pengguna jasa penerbangan," katanya. 

Padahal di tahun ini, AP 1 Bandara YIA telah memberikan kontribusi kurang lebih Rp 7 Miliar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved