Berita Bisnis Terkini

Bandara YIA Merugi Akibat Pandemi, Pengelola Siapkan Upaya Rasionalisasi

Pandemi Covid-19 menghambat kegiatan operasional di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo hingga menyebabkan kerugian.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
Istimewa
Suasana di Dropzone keberangkatan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA), Temon, Kabupaten Kulon Progo. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pandemi Covid-19 menghambat kegiatan operasional di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo hingga menyebabkan kerugian.

Untuk itu, pengelola bandara sedang mempersiapkan berbagai upaya rasionalisasi. 

PTS General Manager Bandara YIA, Agus Pandu Purnama mengatakan langkah rasionalisasi yang akan dilakukan ke depannya kemungkinan dari sisi personalia atau penghematan tempat maupun pengurangan penggunaan utilitas air dan listrik. 

"Dengan cara itu, paling tidak bisa menyeimbangkan di 2022 mendatang. Sehingga biaya operasional berkurang 50 persen," kata Pandu, Minggu (5/12/2021). 

Sebab, anggaran operasional yang seharusnya Rp 300 Miliar berkurang menjadi Rp 156 Miliar di 2022 mendatang.

Baca juga: PT Angkasa Pura I Bandara YIA Buka Suara Terkait Permohonan Keringanan PBB untuk Kedua Kalinya

"Jadi hanya separuhnya. Sehingga ada konsekuensi pengurangan baik personalia atau lainnya. imbuhnya. 

Hingga saat ini berbagai langkah yang paling bijak untuk diambil sedang dalam pembahasan oleh perusahaan Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandara YIA

Pandu memastikan YIA tidak benefit hanya disebabkan adanya pandemi Covid-19 yang bersamaan dengan operasional di YIA dibuka. 

Sesungguhnya, jumlah penumpang telah tercapai di bandara sebelumnya yaitu Adisutjipto yang saat itu mencapai 8,4 juta penumpang per tahun. 

Sehingga apabila tidak terdampak pandemi maka target penumpang 10 juta per tahun di YIA pasti terlampaui. 

"Ukuran kita agar untung harus bisa mencapai 10 juta penumpang per tahun. Kalau jumlah penumpang di bawah itu akan merugi. Sehingga kami menunggu kondisi normal agar bisa mencapai target yang ditentukan," kata Pandu. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved