Jaringan Air Bersih Warga di Lereng Gunung Merapi Putus, Pemkab Sleman Turun Tangan
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo angkat bicara soal kerusakan jaringan air bersih warga di 3 Kalurahan di lereng Gunung Merapi akibat banjir lahar
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo angkat bicara soal kerusakan jaringan air bersih warga di 3 Kalurahan di lereng Gunung Merapi akibat banjir lahar dingin.
Menurutnya, tim BPBD Kabupaten Sleman bersama Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) sudah turun untuk melakukan asesmen awal mengenai kerusakan yang terjadi.
Nantinya, bakal ada upaya perbaikan.
"Kami akan berusaha memperbaiki jaringan airnya. Kita akan lewatkan di tempat lain, agar lebih aman," kata dia, di Pendopo Rumah Dinas Sleman, Kamis (2/12/2021).
Baca juga: Sambut Penilaian Akhir Semester, Pemkot Yogyakarta Terapkan Skema Daring
Kustini mengatakan, tim sudah bergerak melakukan pendataan awal. Bekerjasama dengan Panewu dan Lurah setempat.
Meliputi kerusakan apa saja. Ada berapa warga terdampak. Jika dalam asesmen, nantinya ada warga yang sangat membutuhkan bantuan air bersih maka akan segera didroping.
"Air sangat penting untuk kehidupan. Jika ada yang kekurangan, kita data dan langsung kita drop," kata dia.
Terpisah, Kepala DPUPKP Sleman, Taupiq Wahyudi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Sleman untuk melakukan pendataan mengenai kerusakan jaringan air bersih warga di lereng Gunung Merapi.
Setelah ada asesmen, kata dia, maka akan segera dirapatkan untuk merencanakan langkah perbaikan.
"Sekarang masih didata oleh BPBD. Kemungkinan malam atau besok, akan dirapatkan, mengundang OPD terkait dan Kalurahan juga. Misalnya, yang dibutuhkan apa saja, yang jelas kan pipa ya," kata dia.
Dalam rapat tersebut bakal dirumuskan upaya perbaikan.
Nantinya, upaya perbaikan bisa menggunakan anggaran APBD ataupun anggaran lainnya.
Menurut dia, jika terjadi bencana maka setiap OPD bakal diminta support di bidangnya masing-masing.
Sebagaimana diketahui, sejumlah warga dusun yang berada di seputar lereng gunung Merapi di 3 Kalurahan yaitu Hargobinangun, Purwobinangun dan Umbulharjo, sementara tidak bisa mengakses air bersih.
Sebab, pipa jaringan air bersih yang berada di aliran kali Boyong dan Kali kuning putus, pada Rabu (1/12/2021) sore, diterjang banjir lahar dingin.
Koordinator Sarlinmas wilayah VII Kaliurang, Kiswanta mengatakan, pipa jaringan air bersih warga terputus akibat banjir lahar dingin seiring hujan yang turun pada Rabu (1/12/2021) sore.
Menurut dia, hujan mengguyur seputar lereng Merapi sejak pukul 14.00 WIB. Kemudian intensitasnya semakin tinggi.
Pihaknya sempat memberikan imbauan kepada warga yang sedang beraktivitas di bantaran sungai yang berhulu di Gunung Merapi agar waspada.
Baca juga: Pemkab Sleman Bakal Lakukan Swab Acak untuk Wisatawan Saat Libur Nataru
"Saya dapat informasi putusnya jaringan air bersih warga menjelang magrib," kata dia, dihubungi (2/12/2021).
Jaringan air bersih warga yang putus berada di sepanjang Kali Boyong dan Kali kuning.
Menurut Kiswanta, jaringan air bersih di Kali Boyong mengalir ke warga di dua Kalurahan yaitu Purwobinangun dan Hargobinangun. Sementara, jaringan di Kali Kuning mengalirkan air bersih ke Umbulharjo dan Hargobinangun.
Mengenai berapa dusun dan keluarga terdampak yang tidak bisa mengakses air bersih, Kiswanta mengaku belum mengetahui secara pasti. Sebab, hingga kini belum ada asesmen. Tim rencananya hari ini baru akan terjun ke lapangan. Tapi yang pasti, kata dia, kerusakan jaringan air bersih diakuinya cukup parah.
"Kerusakan parah. Hampir semua putus. Mungkin nanti akan ada perbaikan massal," kata dia. (rif)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jaringan-air-bersih-warga-di-kalikuning-yang-rusak-diterjang-banjir.jpg)