Breaking News:

Puluhan Ekor Jalak Bali Hasil Penangkaran Warga Klaten Pulang Kampung ke Taman Nasional Bali Barat

Puluhan ekor burung Jalak Bali hasil penangkaran warga di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah di kirim ke Taman Nasional Bali Barat, Provinsi Bali.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Seorang petugas BKSDA Jawa Tengah saat menaikan Jalak Bali ke mobil, Rabu (1/12/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Puluhan ekor burung Jalak Bali hasil penangkaran warga di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah di kirim ke Taman Nasional Bali Barat, Provinsi Bali.

Puluhan ekor Jalak Bali itu hasil tangkaran para penangkar burung Jalak Bali yang merupakan mitra binaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah.

Adapun pelepasan puluhan burung hasil tangkaran mitra binaan di Kabupaten Klaten tersebut dilakukan di Balai Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Rabu (1/12/2021).

Baca juga: PTM di 30 Sekolah di Kulon Progo Kembali Digelar Pasca Dihentikan Sementara

Kepala BKSDA Jawa Tengah, Darmanto mengatakan pada kesempatan itu sebanyak 71 ekor Jalak Bali hasil penangkaran warga Klaten bakal pulang kampung ke Taman Nasional Bali Barat.

"Hari ini kita restocking jalak bali yang ke empat ke taman nasional bali barat, hari ini kita berangkatkan sebanyak 71 ekor," ujarnya saat TribunJogja.com temui di Balai Desa Jimbung.

Menurut dia, puluhan Jalak Bali itu bakal diberangkatkan melalui jalur darat dan akan tiba di Taman Nasional Bali Barat pada tanggal 3 Desember 2021.

"Kegiatan restocking atau pengembalian jalak bali ini merupakan kewajiban bagi penangkar yang merupakan mitra binaan BKSDA Jawa Tengah," jelasnya.

Menurut Darmanto, selama 4 tahun terakhir pihaknya sudah mengembalikan 180 ekor Jalak Bali yang dikembalikan ke habitatnya.

"Sesampai di sana tidak dilepas liarkan secara langsung karena harus ada pelatihan dan karantina dulu," ulasnya.

Adapun pertimbangan untuk mengembalikan burung tersebut karena Jalak Bali termasuk burung langka yang butuh perhatian serius untuk perkembangbiakannya.

Ia menjelaskan, di pasaran burung Jalak Bali itu dijual seharga Rp 3 juta per ekornya.

Baca juga: BREAKING NEWS : Polisi Ungkap Tersangka Pembakaran Omah PSS, Dua Pelaku Menyerahkan Diri

"Nilai total dari 71 ekor ini Rp 280 juta yang kita kembalikan tapi jangan nilai uangnya tapi ini nilai konservasinya yang tidak terhingga menjaga kelangsungan alam," urainya.

Sementara itu, seorang penangkar Edi Santoso mengaku ikut memberikan 3 ekor Jalak Bali yang ia tangkar ke BKSDA Jawa Tengah.

"Saya sudah 6 tahun menangkarkan Jalak Bali, hari ini saya sumbangkan 3 ekor burung. Harapanya agar bisa berkembang biak di Bali," imbuhnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved