PTM di 30 Sekolah di Kulon Progo Kembali Digelar Pasca Dihentikan Sementara

Sebanyak 30 sekolah di Kabupaten Kulon Progo kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Puluhan sekolah itu mulai dari jenjang pendidikan

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
PTM di SMA N 1 Wates kembali digelar pasca dihentikan selama 15 hari. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sebanyak 30 sekolah di Kabupaten Kulon Progo kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

Puluhan sekolah itu mulai dari jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Sebelumnya PTM di puluhan sekolah tersebut dihentikan selama 15 hari karena didapati siswanya terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil surveilans menggunakan swab polymerase chain reaction (PCR) secara acak pada November 2021 lalu. 

Baca juga: BREAKING NEWS : Polisi Ungkap Tersangka Pembakaran Omah PSS, Dua Pelaku Menyerahkan Diri

Kepala Balai Dikmen Kabupaten Kulon Progo, Rudy Prakanto mengatakan saat itu di jenjang SMA, ada tiga sekolah yang kegiatan PTM dihentikan di semua kelas karena positivity rate melebihi 5 persen.

Serta ada empat sekolah yang dihentikan dalam lingkup kelas saja karena positivity rate kurang dari 5 persen.

Sehingga proses pembelajaran diganti secara online. 

"Namun saat ini karena sudah 15 hari, kegiatan PTM di sekolah sudah dilaksanakan lagi dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes)," kata Rudy, Rabu (1/12/2021). 

Selain di tingkat SMA, PTM juga kembali digelar di jenjang pendidikan SD dan SMP di Kulon Progo pasca dihentikan sementara.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Arif Prastowo mengatakan dari hasil surveilans saat itu, ada 16 sekolah yang PTM dihentikan di semua kelas.

Terdiri dari 15 SD dan satu SMP. Sementara, tujuh sekolah yang PTMnya dihentikan di dalam lingkup ruang kelas.

Rinciannya lima SD dan dua SMP. 

Baca juga: Satu Unit Bus Terbakar di Klaten, Puluhan Penumpang Berhamburan Keluar

"Saat ini, PTM dilaksanakan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) lebih disiplin. Untuk tingkat SD maksimal tujuh peserta didik dalam tiap pertemuan per sif dan tingkat SMP diisi maksimal delapan peserta didik dalam tiap pertemuan per sif," ucapnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SMA N 1 Wates, Raden Aris Suwasana membenarkan hal tersebut. Dari hasil surveilans saat itu ada sembilan siswanya yang terkonfirmasi Covid-19.

Sehingga PTM di sekolah dihentikan mulai 10-21 November 2021. Kemudian PTM di sekolahnya kembali digelar pada 22 November 2021.

Dengan total siswa sebanyak 756 orang maka PTM tetap dilakukan dengan pembatasan 50 persen. Serta pertemuan dibagi menjadi dua sif.

"Setiap sif kami lakukan penyemprotan sehingga tidak ada jam istirahat," ucapnya. (scp) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved