Pakar UGM Sebut Covid-19 Akan Terus Bermutasi
Dunia saat ini tengah dilanda kekhawatiran gelombang baru covid-19 setelah kemunculan varian Omicron.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dunia saat ini tengah dilanda kekhawatiran gelombang baru covid-19 setelah kemunculan varian Omicron.
Langkah-langkah antisipatif pun mulai dilakukan oleh sejumlah negara untuk mencegah terjadinya gelombang baru covid-19 yang dipicu varian Omicron.
Terkait dengan kemunculan varian Omicron, Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, Prof. drh. R. Wasito, M.Sc., Ph.D., menyebut virus Covid-19 akan terus bermutasi.
Termasuk di antaranya bermutasi menjadi varian delta dan Omicron.
Mutasi virus tersebut bisa terjadi di semua negara dimana virus Covid-19 itu pernah terdeteksi.
Mutasi virus corona tersebut akan terus terjadi karena virus yang disebut berasal dari kelelawan ini sudah mengalami ribuan mutasi saat berada di dalam tubuh hewan malam tersebut.
Virus tersebut akhirnya bisa menular dari hewan ke manusia.
Bahkan saat ini sudah bisa menular dari manusia ke manusia.
“Di kelelawar terjadi mutasi yang berulang-ulang sehingga dulu bisa menyebabkan Sars dan Mers. Saat ini masih dicari kenapa bisa terjadi mutasi berulang sampai beribu kali dalam sirkulasi darah dan dalam sel jaringan kelelawar yang kini masih menjadi misteri, tapi tidak semua kelelawar memiliki corona,” kata Wasito dalam webinar yang bertajuk Merdeka Covid-19 yang diselenggarakan oleh Departemen Patologi Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Selasa (30/11/2021) dikutip Tribunjogja.com dari ugm.ac.id.
Baca juga: Antisipasi Omicron, Perintah Presiden Jokowi kepada Para Menterinya : Siagakan RS Darurat
Baca juga: Update Peta Sebaran Covid-19 Indonesia Rabu 1 Desember 2021, DKI Jakarta Tertinggi, Jabar Kedua
Wasito menjelaskan awalnya Covid-19 ini tidak menular dari hewan ke manusia.
Namun, setelah mengalami banyak mutasi di kelelawar akhirnya bisa menular ke manusia.
Meski begitu, gejala yang ditimbulkan bagi hewan yang terinfeksi coronavirus adalah umumnya memang menyerang saluran pernafasan tetapi tidak sedikit juga menyerang saluran pencernaan pada hewan.
Gejala terpapar Covid -19 pada manusia yang lebih banyak menyerang saluran pernafasan dengan muncul batuk dan pilek hingga gangguan pernafasan.
Ia menduga tidak menutup kemungkinan virus corona menyerang saluran pencernaan dengan munculnya diare akut, seperti halnya yang terjadi pada hewan terpapar coronavirus.
“Sekarang ini lewat pernafasan, namun bisa saja nantinya lewat tinja karena mengalami diare. Saya sudah menduga lama,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pakar-ugm-sebut-covid-19-akan-terus-bermutasi.jpg)