Breaking News:

Kantor Imigrasi Yogyakarta Sosialisasikan Aplikasi Sedulur Mas Karyo

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta menyelenggarakan sosialisasi ‘Sedulur Mas Karyo’, aplikasi untuk memonitor mahasiswa asing yang sedang menempuh

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ardhike Indah
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady melakukan sosialisasi terkait aplikasi ‘Sedulur Mas Karyo’ kepada mahasiswa asing di Aula Kantor Imigrasi, Rabu (1/12/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta menyelenggarakan sosialisasi ‘Sedulur Mas Karyo’, aplikasi untuk memonitor mahasiswa asing yang sedang menempuh studi di Yogyakarta.

Kegiatan sosialisasi dilakukan di Aula Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Rabu (1/12/2021) dan menghadirkan kurang lebih 5 mahasiswa asing yang berasal dari Sudan, Uganda, India dan Madagaskar.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady menjelaskan, pihaknya menyadari ada segmentasi yang juga perlu diawasi, yakni mahasiswa asing.

Aplikasi ini dikembangkan untuk mempermudah pihak kampus dalam hal memberikan data dan keterangan untuk turut serta membantu kantor imigrasi dalam melakukan pengawasan mahasiswa asing baik keberadaannya maupun kegiatannya.

Dikatakan Andry, mahasiswa asing yang belajar di Indonesia harus memiliki izin tinggal terbatas dimana untuk mendapatkan izin tingal mahasiswa harus memiliki sponsor atau penjamin yaitu pihak Perguruan Tinggi (PT).

Baca juga: Cegah Potensi Stunting di Masa Pandemi, Pemerintah Fokus Edukasi Kelompok Rentan 

Ketika pihak PT telah menjadi penjamin maka harus memahami kewajibannya sebagai penjamin sesuai dengan pasal 63 Undang-undang No 6 tahun 2011.

Artinya, penjamin harus bertanggung jawab atas keberadaan dan kegiatan orang asing yang dijamin selama tinggal di Indonesia serta berkewajiban melaporkan setiap perubahan status sipil, status keimigrasian dan perubahan alamat.

“Ternyata, dari data statistik, pelanggaran mahasiswa asing makin hari makin bertambah. Misal ada yang overstay. Itu harus kita antisipasi, jangan sampai terjadi,” ucapnya ditemui usai pemaparan.

Lebih lanjut, kata Andry, adanya sosialisasi itu merupakan cara penegak hukum menegakkan hukum yang berlaku. Dengan pencegahan, maka angka pelanggaran pun bisa menurun dan mahasiswa asing yang tinggal di Indonesia bisa aman.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved