Fakta-fakta Letusan di Laut Lembata, Indonesia Punya 6 Gunung Api Bawah Laut

Stasiun pemantauan gunungapi Ile Werung merekam kejadian erupsi ini mulai 28 November 2021 pukul 21.52 WITA dan berlangsung sekira satu jam.

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
PVMBG
Gunung Api Ille Werung 

Riwayat letusan terakhir yang signifikan dan dipublikasikan PVMBG tercatat pada November 1951. Pada 12 November pukul 10.30 WITA terpantau kemunculan asap tinggi.

Hari berikutnya asap solfatara membubung 1.200 meter. Pada pukul 10.30 WITA, lapili yang masih menyala jatuh di lereng gunung.

Pukul 11.00 WITA semburan abu dan pasir mencapai Kampung Lamahera. Pada 14 November pukul 13.00 WITA, tinggi asap kurang lebih 1.200 meter.

Lapili ada yang jatuh di Lerek. Lidah api tampak dari petir. Bunyi gemuruh terdengar selama satu jam. Bukit Gelang, Hobal dan Paugora terbakar.

15 November pukul 13.00 tinggi asap kurang lebih 1.400 m. Gemuruh beserta pelemparan lapili berlangsung satu jam. Bukit Kawanora terbakar.

Pada pukul 14.00 terjadi luncuran awan panas mencapai Bukit Kawanora. Lapili sampai Lamauna. Bunyi gemuruh dan mengeluarkan pasir selama satu jam.

Tebal abu vulkanik yang dijatuhkan 1,5 cm. Bukit Hobal dan lereng Paugora sebelah selatan terbakar. Pukul 22.00 awan panas sampai Kawanora.

Pasir jatuh di seluruh Lomblen. Lamanya satu jam, terbal abu 1,5 cm. Pada 16 November pukul 10.00 tinggi asap 600 meter.

Awan panas meluncur ke arah Kawanora. Batu apung tersemburkan hingga 8 kilometer. Pasir dan abu menyebar di seluruh pulau.

Ada 15 rumah terbakar di Lerek, 1 rumah di Lamanuna, 3 rumah runtuh di Lerek; 50 orang luka-luka terkena lapili; 30 ekor kambing dan ayam mati; 30 hektare kebun rusak di Lerek, Lamanuna, Lamaheku, Riang Paugora, Mere Puha.

Dilihat dari sejarah letusannya, Gunung Ili Werung mempunyai periode letusan terpendek satu tahun, istirahat terpanjang mencapai 40 tahun (antara 1870-1910), rata-rata adalah 26 tahun.

Pemantauan seismik Ille Werung pada awalnya dilakukan dari Pos PGA yang berada di Kampung Lerek sampai 1994.

Namun sejak tahun 1995 pos PGA dipindahkan ke Kampung Keneping, kurang lebih 6 km dari puncak Ili Werung.
Seismograf yang digunakan jenis Kinemmetrics PS-2, dengan sistem radio telemetri (RTS). Sedangkan subsistem pancarnya ditempatkan pada tubuh Gunung Paugora di atas Kampung Lerek.

Hasil pengamatan seismik G. Ili Werung dalam kurun waktu 2008 sampai 2009 merekam gempa-gempa Vulkanik Dalam (VA), Vulkanik Dangkal (VB), Tektonik Lokal (TL), dan Tektonik Jauh (TJ).(Tribunjogja.com/PVMBG/xna)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved