Fakta-fakta Letusan di Laut Lembata, Indonesia Punya 6 Gunung Api Bawah Laut
Stasiun pemantauan gunungapi Ile Werung merekam kejadian erupsi ini mulai 28 November 2021 pukul 21.52 WITA dan berlangsung sekira satu jam.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, BANDUNG – Warga Lembata, Flores, Nusa Tenggara Timur, dihebohkan kabar munculnya gunung api baru di perairan Kabupaten Lembata, Senin (29/11/2021).
Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merilis penjelasan, fenomena itu diduga terkait aktivitas vulkanik Gunung Api Werung atau Ile (Ili) Werung di daratan Lembata.
Ada dugaan letusan itu terjadi di sistem parasit atau jalur keluarnya magma Gunung Api Ile Werung menyamping.
Peristiwa itu teramati sejak Minggu (28/11/2021) malam ditandai naiknya muka air laut sekira satu meter dan jarak jangkau ke darat sekira 30 meter.
Stasiun pemantauan gunungapi Ile Werung merekam kejadian erupsi ini mulai 28 November 2021 pukul 21.52 WITA dan berlangsung sekira satu jam.
Pada 29 November 2021 mulai pukul 05.17 WITA aktivitas letusan dan hembusan kembali terekam. Hingga saat ini aktivitas erupsi masih berlangsung namun belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Hasil pemantauan lapangan Pengamat Gunungapi Ile Werung pada 29 November 2021 pukul 08.29 WITA, teramati asap letusan setinggi lebih kurang 100 meter dari muka laut disertai bualan.
Secara visual, aktivitas bualan ini tidak terjadi di lokasi gunung api bawah laut Hobal. Lokasinya berada sekira 1 kilometer sebelah selatan Gunung Api Bawah Laut Hobal.
PVMBG memperkirakan aktivitas vulkanik itu masih berasosiasi kegiatan kompleks Gunung Api Ile Werung di daratan.
Skala aktivitas Ile Werung pun dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) terhitung mulai 29 November 2021 pukul 10.00 WITA.
Warga sekitar direkomendasikan menghindari aktivitas di sekitar pantai di sekitar area lokasi bualan dan menghindari berlayar/melaut di sekitar area tersebut untuk mengantisipasi potensi perubahan/kenaikan muka air laut.
PVMBG terus melakukan pemantauan dan evaluasi aktivitas kompleks Gunung Api Ile Werung dan berkooordinasi dengan BPBD setempat.
Enam Gunung Api Bawah Laut Indonesia
Sementara akun PVMBG merilis postingan pendek keberadaan dan nama-nama gunung api bawah laut yang ada di Indonesia saat ini.
Sebagian besar gunung api bawah laut itu ada di wilayah timur Indonesia, yaitu di Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara.
Ketinggian gunung api itu jika diukur dari dasar laut ada yang istimewa. Submarine Volcano 1922 memiliki ketinggian 5.000 meter.
Gunung Api Banua Wuhu ketinggian 400 meter, Gunung Api Nieuwerkerk berketinggian 2.325 meter, Gunung Api Hobal yang ada di dekat Ile Werung belum diketahui ketinggiannya.
Sementara Gunung Api Yersey ketinggiannya 4.200 meter dan Gunung Api Emperor of China berketinggian 2.850 meter.
Semua gunung api bawah laut di Indonesia itu masih aktif dan terus mengindikasikan kegiatan vulkanik di dalam perairan.
Riwayat Gunung Api Ille Werung
Dari situs PVMBG, dijelaskan riwayat dan sejarah Gunung Api Ille Werung yang menurut pembentukannya bagian dari Gunung Ili Adowajo.
Ini "gunung api besar" di daerah Pulau Lomblen pada katastrofa besar yang tidak diketahui kapan terjadinya.
Sekitar tenggara dari gunung ini telah runtuh dan terjadi depresi Ili Adowajo, yang kini masih tersisa hanya di bagian utara dan barat (Gunung Paugora dan Gunung Kawanora.
Di tepi utara dari depresinya terletak titik-titik 854, 801, 685 dan 689; di tepi barat dibentuk rongga gunung dari puncak Ili Adowajo ke selatan.
Setelah katastrofa besar, depresi itu diisi oleh kubah lava yang masih terlihat sisa-sisanya di Gunung Ili Monyet dari titik 592, 565, dan 579.
Pada letusan hebat berikutnya kubah lava ini dihancurkan, terkecuali Ili Monyet. Pada waktu itu terjadi kawah Gunung Ili Adowajo dengan garis tengah 1 kilometer.
Menurut keterangan penduduk kawah ini pada tahun 1870 masih mempunyai dasar mendatar dengan ketinggian sekira 300 mdpl dan solfatara-solfatara aktif.
Dalam tahun itu juga di kawah Ili Adowajo terjadi letusan kuat dan lambat laun lava naik ke atas membentuk kubah Gunung Ili Werung yang sekarang.
Bersamaan itu pada celah yang arahnya utara-selatan pada dasar depresi ini terbentuk kubah-kubah lava Ili Lositobe dan Ili Penutuk.
Akhirnya pada kegiatan tahun 1948 terjadilah kerucut-kerucut baru di lereng selatan dekat Laut Ili Gripe dan Ili Petrus.
Riwayat letusan terakhir yang signifikan dan dipublikasikan PVMBG tercatat pada November 1951. Pada 12 November pukul 10.30 WITA terpantau kemunculan asap tinggi.
Hari berikutnya asap solfatara membubung 1.200 meter. Pada pukul 10.30 WITA, lapili yang masih menyala jatuh di lereng gunung.
Pukul 11.00 WITA semburan abu dan pasir mencapai Kampung Lamahera. Pada 14 November pukul 13.00 WITA, tinggi asap kurang lebih 1.200 meter.
Lapili ada yang jatuh di Lerek. Lidah api tampak dari petir. Bunyi gemuruh terdengar selama satu jam. Bukit Gelang, Hobal dan Paugora terbakar.
15 November pukul 13.00 tinggi asap kurang lebih 1.400 m. Gemuruh beserta pelemparan lapili berlangsung satu jam. Bukit Kawanora terbakar.
Pada pukul 14.00 terjadi luncuran awan panas mencapai Bukit Kawanora. Lapili sampai Lamauna. Bunyi gemuruh dan mengeluarkan pasir selama satu jam.
Tebal abu vulkanik yang dijatuhkan 1,5 cm. Bukit Hobal dan lereng Paugora sebelah selatan terbakar. Pukul 22.00 awan panas sampai Kawanora.
Pasir jatuh di seluruh Lomblen. Lamanya satu jam, terbal abu 1,5 cm. Pada 16 November pukul 10.00 tinggi asap 600 meter.
Awan panas meluncur ke arah Kawanora. Batu apung tersemburkan hingga 8 kilometer. Pasir dan abu menyebar di seluruh pulau.
Ada 15 rumah terbakar di Lerek, 1 rumah di Lamanuna, 3 rumah runtuh di Lerek; 50 orang luka-luka terkena lapili; 30 ekor kambing dan ayam mati; 30 hektare kebun rusak di Lerek, Lamanuna, Lamaheku, Riang Paugora, Mere Puha.
Dilihat dari sejarah letusannya, Gunung Ili Werung mempunyai periode letusan terpendek satu tahun, istirahat terpanjang mencapai 40 tahun (antara 1870-1910), rata-rata adalah 26 tahun.
Pemantauan seismik Ille Werung pada awalnya dilakukan dari Pos PGA yang berada di Kampung Lerek sampai 1994.
Namun sejak tahun 1995 pos PGA dipindahkan ke Kampung Keneping, kurang lebih 6 km dari puncak Ili Werung.
Seismograf yang digunakan jenis Kinemmetrics PS-2, dengan sistem radio telemetri (RTS). Sedangkan subsistem pancarnya ditempatkan pada tubuh Gunung Paugora di atas Kampung Lerek.
Hasil pengamatan seismik G. Ili Werung dalam kurun waktu 2008 sampai 2009 merekam gempa-gempa Vulkanik Dalam (VA), Vulkanik Dangkal (VB), Tektonik Lokal (TL), dan Tektonik Jauh (TJ).(Tribunjogja.com/PVMBG/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/letusan-gunung-api-ille-werung.jpg)