Diduga Hendak Klitih, Polisi Amankan 6 Remaja dari Boyolali yang Datang Ke Yogyakarta Bawa Celurit

Diduga hendak melakukan aksi kejahatan jalanan atau klitih, enam remaja yang membawa senjata tajam (sajam) ini diringkus Polisi.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
kebudayaanindonesia.net
Ilustrasi: Celurit 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Diduga hendak melakukan aksi kejahatan jalanan atau klitih, enam remaja yang membawa senjata tajam (sajam) ini diringkus Polisi.

Mereka diamankan oleh pihak kepolisian saat salah satu dari rombongan tersebut mengisi bensin di SPBU Bener, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Minggu (28/11/2021) sekitar pukul 02.30 WIB.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan, enam remaja itu diketahui datang dari Boyolali, Jawa Tengah.

Baca juga: Satgas Covid-19 di Kulon Progo Akui Sulit Capai Target 100 Persen Vaksinasi di Akhir Tahun 

Mereka berangkat dari Boyolali menuju Kota Yogyakarta menggunakan sepeda motor.

Sekitar pukul 02.30 WIB enam remaja itu sampai di Kota Yogyakarta dan salah satu dari mereka mengisi bensin di SPBU Jalan Bener. 

Ketika dua orang dari mereka mengisi bensin, keempat remaja lainnya menunggu di pos security SPBU Bener.

Anggota polsek Tegalrejo yang sedang berpatroli lantas mencurigai rombongan tersebut.

"Saat dilakukan pemeriksaan terhadap rombongan, didapati 3 buah senjata tajam yang disembunyikan di balik pakaian. Atas perbuatannya, ke enam remaja beserta barang bukti diamankan di Polsek Tegalrejo untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Purwadi, Senin (29/11/2021).

Purwadi menambahkan, dari enam remaja itu, yang membawa senjata tajam jenis celurit berjumlah tiga orang, yakni AA (18) warga Teras, Boyolali, pembawa senjata tajam jenis Celurit, AATS (18) warga Banyudono, Boyolali, pembawa senjata tajam jenis golok sisir dan MAT (18) warga Banyudono, Boyolali, pembawa senjata tajam jenis Celurit. 

Baca juga: Poin-poin Aturan dan Syarat Terbaru Perjalanan Internasional, Cegah Varian Omicron Masuk Indonesia

Sedangkan 3 teman lain yaitu NBE (17) warga Klaten, FJAP (16) warga Banyudono, Boyolali, dan ADP (18) warga Teras, Boyolali diduga sebagai joki dari rombongan itu.

"Polresta Yogyakarta dan jajarannya akan terus memburu pelaku kejahatan jalanan dimanapun guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat," ungkapnya.

Saat ini Polresta Yogyakarta masih melakukan pendalaman terhadap keenam remaja itu, termasuk motif dan tujuan mereka datang ke Yogyakarta. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved