Breaking News:

Poin-poin Aturan dan Syarat Terbaru Perjalanan Internasional, Cegah Varian Omicron Masuk Indonesia

Tak ingin kecolongan, pemerintah Indonesia pun langsung memperketat aturan dan persyaratan bagi pelaku perjalanan internasional.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Istimewa
Suasana di Dropzone keberangkatan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA), Temon, Kabupaten Kulon Progo. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Indonesia bergerak cepat dalam mengambil langkah antisipasi guna mencegah masuknya varian virus corona Omicron ke tanah air.

Hal itu dilakukan dengan melakukan pelarangan atau penutupan sementara pelaku perjalanan internasional dari sejumlah negara di Afrika Selatan.

Seperti diketahui, varian virus corona omicron pertama kali terdeteksi dan diduga berasal dari Bostwana, dan menyebar ke beberapa negara di Afrika Selatan.

Bahkan, varian omicron juga dikabarkan telah terdeteksi dan menyebar ke sejumlah negara di Eropa.

Tak ingin kecolongan, pemerintah Indonesia pun langsung memperketat aturan dan persyaratan bagi pelaku perjalanan internasional.

Baca juga: Penjelasan Menkes Budi Gunadi Terkait Munculnya Varian Virus Corona Omicron

Baca juga: Strategi Pemerintah Antisipasi Varian Afrika Selatan Omicron

Pengetatan syarat perjalanan bagi penumpang internasional tersebut berlaku mulai hari ini, Senin 29 November 2021.

Pengetatan syarat perjalanan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Nomor 23 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

 “Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 29 November 2021 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian,” ditegaskan dalam SE yang ditandatangani Ketua Satgas Suharyanto.

Dilansir dari situs resmi Setkab, sejumlah hal yang melatarbelakangi pengetatan syarat perjalanan rute internasional adalah, pertama bahwa pada saat ini telah ditemukan varian baru SARS-CoV-2 B.1.1.529 di Afrika Selatan, yang telah meluas persebarannya ke beberapa negara di dunia, sehingga diperlukan penyesuaian mekanisme pengendalian terhadap perjalanan internasional sebagai upaya memproteksi Warga Negara Indonesia (WNI) dari kasus importasi.

Selanjutnya disebutkan, bahwa dalam rangka antisipasi masuknya varian B.1.1.529 ke wilayah Indonesia, perlu dilakukan penutupan sementara negara/wilayah asal kedatangan pelaku perjalanan internasional yang telah mengonfirmasi adanya transmisi komunitas varian baru SARS-CoV-2 B.1.1.529 serta negara/wilayah yang secara geografis berdekatan dengan negara tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved