Breaking News:

Gaji Guru Honorer di Kulon Progo Rp 1 Juta per Bulan, Jauh di Bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK)

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulon Progo menyebut anggaran dana untuk menggaji guru honorer dan tenaga non pegawai

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulon Progo menyebut anggaran dana untuk menggaji guru honorer dan tenaga non pegawai negeri sipil (PNS) di wilayahnya mencapai Rp 12,369 Miliar. 

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Disdikpora Kabupaten Kulon Progo, Rohyatun Budi Respati mengatakan di wilayahnya, total ada 1.730 guru honorer dan tenaga non PNS. 

Sedangkan khusus guru honorer ada 1.257 orang baik di sekolah negeri maupun swasta.

Baca juga: Setelah Tergelincir, Harga Emas Dunia Hari Ini Naik Tipis ke US$1,792.20

Rinciannya 577 di jenjang pendidikan TK, 330 di sekolah dasar (SD) dan 350 di sekolah menengah pertama (SMP). 

Anggaran untuk menggaji mereka berasal dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kulon Progo sesuai ketentuan peraturan bupati (perbup) baik di sekolah negeri maupun swasta.

Adapun Disdikpora memberikan honor sebesar Rp 1 juta per bulan selama 13 bulan. 

Besaran gaji guru honorer tersebut di bawah dari upah minimum kabupaten (UMK) karena menyesuaikan dengan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo

"Itu juga merupakan PR kami mbak. Harapan kami sesuai upah minimum kabupaten (UMK). Namun terkait dengan kemampuan keuangan daerah," kata Rohyatun saat dihubungi, Kamis (25/11/2021). 

Ia melanjutkan, ada sebagian kecil PTK yang lolos pada seleksi kompetensi dasar (SKD) pada pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). 

"Tapi jumlahnya tidak tahu karena di sistem PPPK belum bisa memberikan data guru kami non PNS berapa yang lolos SKD karena langsung dari Kemendikbud," ucapnya. 

Baca juga: Sekda DIY Dorong Guru Honorer di DI Yogyakarta Dapat Upah Layak

Dikatakannya, ada dua jenis PTK non PNS yang direkrut oleh Disdikpora Kulon Progo.

Pertama, mereka yang sudah mengajar di sekolah sejak paling muda Juli 2007.

Kedua, PTK di SD negeri yang dikontrak oleh Kepala Disdikpora 2017 dan 2018.

"Terhadap guru yang dikontrak, kami merekrutnya seperti rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) waktu itu. Dengan berbagai tahapan mulai dari proses persiapan, rekrutmen, pengumuman dan penandatanganan kontrak," terangnya. (scp) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved