Definisi Orang Berilmu dalam Islam, yang Tetap 'Hidup' Meski Sudah Mati
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
Kita ambil sebuah contoh dimana masih sering kita mendengarkan orang-orang menyebutkan nama Imam syafi’i,Imam ghozali,syeh abdul Qodir al jaelani, dan para ilmuwan lainnya, padahal terkadang kita berkumpul dengan banyak orang namun nama kita tidak di sebutkan sekalipun,kenapa ?
Hal ini dikarenakan kita tidak berilmu atau berilmu, namun ilmu itu tidak mampu menerangi kehidupan mereka.
Oleh karenanya kita sering mendengar perumpamaan orang awam, sebagai orang mati, dikarenakan di dunia tiada manfaatnya sama sekali.
Ilmu bukan sebuah tujuan pokok dalam belajar, namun ilmu hanyalah alat agar kita dapat mengenali diri sendiri.
Bahwa diri kita hanyalah hamba yang lemah yang tiada mempunyai kemampuan apapun tanpa rahmat dari Allah swt.
Sehingga dari pengertian inilah kita harus beribadah tanpa pijakan apapun selain bahwa kita adalah hamba-Nya.
Hamba yang harus taat dalam melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Terjemahan Kitab Alala, dalam FIqih Imam Syafi'i. ( MG- Ahmad Muhaimin Nurrudin)
Wallahu a'lam bishawab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berilmu-328301.jpg)