Definisi Orang Berilmu dalam Islam, yang Tetap 'Hidup' Meski Sudah Mati

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
owntalk.co.id
Ilustrasi 

Akhul'ilmihayyu khalidumba'damautihi # waawsholuhutahta turaabiramiimu

وَذُو الْجَهْلِ مَيْتٌ وَهُوَ يَمْشِى عَلَى الثَّرَى # يُظَنُّ مِنَ اْلاَحْيَاءِ وَهُوَ عَدِيْمُ

wadzuuljahlimaituw wahuwayamsialasshara # yudzannuminnalahyaiwahuwaa'diimu

Orang yang berilmu akan tetap hidup setelah matinya walaupun tulang-tulangnya telah hancur di bawah bumi,

sementara orang yang bodoh telah mati walaupun masih berjalan di atas bumi, disangkanya dia hidup padahal dia telah tiada

Keterangan yang di ambil dari kitab Alaala

Bila gajah mati meninggalkan gading maka manusia mati meninggalkan nama.

Manusia bukanlah seekor gajah yang tidak berakal, dan manusia juga tidak seperti gajah yang memiliki gading.

Suatu yang berharga dari seekor gajah adalah kekuatan fisik, sementara yang berharga dari diri manusia adalah kekuatan pekerti dan ilmunya pengetahuannya.

Semakin tinggi ilmu dan baiknya ahlak seseorang, akan semakin banyak kebaikan yang dikenal orang.

ilmu adalah ibaratkan sebuah Lem yang akan terus melekat pada pemiliknya manakala ia sudah tinggal tulang belulang didalam kuburnya.

Sementara gading akan segera terlepas ketika seekor gajah mati dalam waktu yang tidak terlampau lama.

Sejarah sudah membuktikan betapa para ilmuwan tetap hidup sepanjang masa meskipun mereka telah tiada berabad-abad lamanya.

Meskipun arti hidupnya akan sangat jauh berbeda dengan arti kehidupan nyata mereka.

Namun, kehidupan mereka dimasa kini adalah sebagai lentera ilmu yang senantiasa menerangi kehidupan manusia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved