Definisi Orang Berilmu dalam Islam, yang Tetap 'Hidup' Meski Sudah Mati
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Orang berilmu adalah ia yang telah dipilih oleh Allah SWT, yang memiliki kelebihan dan bermanfaat untuk umat.
Orang berilmu adalah mereka yang selalu terlihat wibawanya di antara makhluk - makluk Allah swt.
Bahkan ada yang mengatakan bahwa orang berilmu akan senantiasa dikenang meskipun ia telah tiada.
beberapa firman Allah bagi mereka yang berilmu :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qīla lakum tafassaḥụ fil-majālisi fafsaḥụ yafsaḥillāhu lakum, wa iżā qīlansyuzụ fansyuzụ yarfa'illāhullażīna āmanụ mingkum wallażīna ụtul-'ilma darajāt, wallāhu bimā ta'malụna khabīr
Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Surat Al-Mujadilah Ayat 11
وَمِنَ ٱلنَّاسِ وَٱلدَّوَآبِّ وَٱلْأَنْعَٰمِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
Wa minan-nāsi wad-dawābbi wal-an'āmi mukhtalifun alwānuhụ każālik, innamā yakhsyallāha min 'ibādihil-'ulamā`, innallāha 'azīzun gafụr
Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Surah Fatir 28
يُؤْتِى ٱلْحِكْمَةَ مَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ ٱلْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِىَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ
Yu`til-ḥikmata may yasyā`, wa may yu`tal-ḥikmata fa qad ụtiya khairang kaṡīrā, wa mā yażżakkaru illā ulul-albāb
Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 269
Utamanya orang berilmu dalam kitab alala :
أَخُو الْعِلْمِ حَيُّ خَالِدٌ بَعْدَ مَوْتِهِ # وَأَوْصَالُهُ تَحْتَ التُّرَابِ رَمِيْمُ
Akhul'ilmihayyu khalidumba'damautihi # waawsholuhutahta turaabiramiimu
وَذُو الْجَهْلِ مَيْتٌ وَهُوَ يَمْشِى عَلَى الثَّرَى # يُظَنُّ مِنَ اْلاَحْيَاءِ وَهُوَ عَدِيْمُ
wadzuuljahlimaituw wahuwayamsialasshara # yudzannuminnalahyaiwahuwaa'diimu
Orang yang berilmu akan tetap hidup setelah matinya walaupun tulang-tulangnya telah hancur di bawah bumi,
sementara orang yang bodoh telah mati walaupun masih berjalan di atas bumi, disangkanya dia hidup padahal dia telah tiada
Keterangan yang di ambil dari kitab Alaala
Bila gajah mati meninggalkan gading maka manusia mati meninggalkan nama.
Manusia bukanlah seekor gajah yang tidak berakal, dan manusia juga tidak seperti gajah yang memiliki gading.
Suatu yang berharga dari seekor gajah adalah kekuatan fisik, sementara yang berharga dari diri manusia adalah kekuatan pekerti dan ilmunya pengetahuannya.
Semakin tinggi ilmu dan baiknya ahlak seseorang, akan semakin banyak kebaikan yang dikenal orang.
ilmu adalah ibaratkan sebuah Lem yang akan terus melekat pada pemiliknya manakala ia sudah tinggal tulang belulang didalam kuburnya.
Sementara gading akan segera terlepas ketika seekor gajah mati dalam waktu yang tidak terlampau lama.
Sejarah sudah membuktikan betapa para ilmuwan tetap hidup sepanjang masa meskipun mereka telah tiada berabad-abad lamanya.
Meskipun arti hidupnya akan sangat jauh berbeda dengan arti kehidupan nyata mereka.
Namun, kehidupan mereka dimasa kini adalah sebagai lentera ilmu yang senantiasa menerangi kehidupan manusia.
Kita ambil sebuah contoh dimana masih sering kita mendengarkan orang-orang menyebutkan nama Imam syafi’i,Imam ghozali,syeh abdul Qodir al jaelani, dan para ilmuwan lainnya, padahal terkadang kita berkumpul dengan banyak orang namun nama kita tidak di sebutkan sekalipun,kenapa ?
Hal ini dikarenakan kita tidak berilmu atau berilmu, namun ilmu itu tidak mampu menerangi kehidupan mereka.
Oleh karenanya kita sering mendengar perumpamaan orang awam, sebagai orang mati, dikarenakan di dunia tiada manfaatnya sama sekali.
Ilmu bukan sebuah tujuan pokok dalam belajar, namun ilmu hanyalah alat agar kita dapat mengenali diri sendiri.
Bahwa diri kita hanyalah hamba yang lemah yang tiada mempunyai kemampuan apapun tanpa rahmat dari Allah swt.
Sehingga dari pengertian inilah kita harus beribadah tanpa pijakan apapun selain bahwa kita adalah hamba-Nya.
Hamba yang harus taat dalam melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Terjemahan Kitab Alala, dalam FIqih Imam Syafi'i. ( MG- Ahmad Muhaimin Nurrudin)
Wallahu a'lam bishawab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berilmu-328301.jpg)