Manfaat Gerakan Salat yang Selama Ini Kita Lakukan untuk Kesehatan
Salat adalah tiang agama (agama didirikan/ ditegakkan oleh salat)”. Dalam tegak berdiri, posisi kepala tunduk,
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Dengan keimanan kita akan yakin bahwa semuanya berawal dari Allah.
Maka dengan takbir kita mengembalikan kepada segala aktivitas kita adalah karena Allah.
Takbiratul Ihram sebagai awal mula sholat, simbol yang merujuk kepada proses awal dari perjalan hidup.
Bermakna penyerahan segalanya pada yang Maha Awal bahwa sesunguhnya karena-Nya lah kita ada dan karena-NYa kita dapat melakukan perjalanan hidup.
Postur berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau bagian bawah dada (diantara dada dan pusar).
Manfaat dari gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan.
Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh.
Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar.
Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau bagian bawah dada.
Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.
Berdiri lambang siap berjalan menjelajahi proses tatanan kehidupan, karena jika duduk dan berdiam kita tidak mungkin bisa berjalan bergerak seperti apa yang bisa kita lakukan saat ini.
Tegak artinya kehidupan harus ditegakkan (ditumbuhkan) pada ruang waktu, iman harus ditegakkan, akhlak harus ditegakkan, amalan pribadi dan amalan sosial juga harus ditegakkan.
Sebagai mana sabda rosulullah saw.:
“Salat adalah tiang agama (agama didirikan/ ditegakkan oleh salat)”. Dalam tegak berdiri, posisi kepala tunduk, artinya dalam perjalanan hidup akan tunduk dan patuh pada segala hukum dan kehendak Allah.
Kedua tangan mendekap ulu hati, simbol bahwa hati harus selalu dijaga kebersihannya selama perjalanan hidup ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/panduan-kemenag-sholat-idul-adha-sendiri-atau-munfarid-tanpa-khutbah.jpg)