10 Maksiat Lisan yang Dilarang dalam Islam : dari Ghibah hingga Namimah

Lisan memiliki potensi maksiat yang besar jika tidak dijaga. Untuk itu, Rasulullah SAW mengajarkan agar menjauhkan lisan dari ucapan yang buruk.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
tribunnews.com
Ilustrasi Ucapan Lisan yang Dilarang Islam 

إنَّ من حُسْنِ إسلامِ المرءِ تَركَهُ ما لا يَعْنِيهِ

Artinya: "Sesungguhnya di antara kebaikan seorang Muslim itu ialah meninggalkan apa yang tidak menjadi urusannya." (HR. Tirmidzi)

6. Melebih-lebihkan perkataan

Berbicara secara berlebihan juga tidak diperbolehkan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda,

طُوبَى لِمَنْ أَمْسَكَ الْفَضْلَ مِنْ لِسَانِهِ، وَأَنْفَقَ الْفَضْلَ مِنْ مَالِهِ

Artinya: "Beruntunglah mereka yang mampu menahan lidahnya dari berbicara yang melebihi porsinya dan mau membelanjakan kelebihan dari harta yang dimilikinya di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi) 

7. Membicarakan kebatilan

Rasulullah SAW bersabda,

إِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ خَطَايَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ خَوْضًا فِي الْبَاطِلِ

Artinya: "Manusia yang paling besar dosanya di hari Kiamat adalah orang yang paling banyak berbicara hal yang batil." (HR. Al-Iraqi)

8. Berbicara dengan dibuat-buat

Rasulullah SAW bersabda,

إنَّ مِن أبغضَكِم إليَّ وأبعدَكُم منِّي يومَ القيامةِ الثَّرثارونَ والمُتشدِّقونَ والمُتفيهِقونَ

Artinya: "Orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya dariku pada Hari Kiamat adalah ats-tsartsarun (orang yang banyak bicara secara dibuat-buat hingga keluar dari kebenaran), al-mutasyaddiqun (orang yang memperpanjang pembicaraan sampai memperolok manusia) dan al-mutafaihiqun (orang yang memperpanjang bicaranya dengan kesombongan)." (HR. Tirmidzi)

9. Berbohong

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved