10 Maksiat Lisan yang Dilarang dalam Islam : dari Ghibah hingga Namimah
Lisan memiliki potensi maksiat yang besar jika tidak dijaga. Untuk itu, Rasulullah SAW mengajarkan agar menjauhkan lisan dari ucapan yang buruk.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM – Lisan adalah salah satu nikmat Allah yang dapat menjadi jalan sebagai penghuni surga atau penghuni neraka.
Lisan bagai sebilah pisau yang dapat menyakiti orang lain jika salah dalam menggunakannya.
Ketajaman lisan di zaman sekarang ini tak hanya sebatas bentuk ucapan saja, namun dapat ditemukan dalam bentuk lain semisal tulisan di media sosial.
Islam memberikan perhatian penuh pada aktivitas lisan agar setiap muslim tidak binasa karena lisannya tidak dijaga.
Rasulullah SAW bersabda,
سلامة الإنسان في حفظ اللسان
Artinya: "Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan." (HR. Bukhari).
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW juga bersabda,
"Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau lebih baik diam (jika tidak mampu berkata baik)." (HR. Bukhari dan Muslim)
Lisan memiliki potensi maksiat yang besar jika tidak dijaga.
Untuk itu, Rasulullah SAW mengajarkan agar umat Islam senantiasa menjauhkan lisannya dari ucapan yang buruk.
Berikut 10 ucapan yang dilarang dilisankan oleh setiap muslim:
1. Ghibah
Ghibah adalah membicarakan kesalahan atau aib seseorang saat orang itu tidak ada. Allah SWT berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ghibah.jpg)