10 Maksiat Lisan yang Dilarang dalam Islam : dari Ghibah hingga Namimah

Lisan memiliki potensi maksiat yang besar jika tidak dijaga. Untuk itu, Rasulullah SAW mengajarkan agar menjauhkan lisan dari ucapan yang buruk.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
tribunnews.com
Ilustrasi Ucapan Lisan yang Dilarang Islam 

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujurat:12)

2. Namimah (Adu Domba)

Namimah adalah akhlak tercela. Namimah akan menyebabkan amal perbuatan menjadi sia-sia karena ucapannya yang menyebarkan aib dan memutus tali persaudaraan. Rasulullah SAW memperingatkan,

لا يَدخلُ الجنّةَ نَمَّامٌ

Artinya: “Tidak akan masuk surga orang-orang yang melakukan namimah atau adu domba.”

3. Mengutuk

Mengeluarkan kata-kata buruk untuk mengutuk atau melaknat orang lain, atau pada apapun,  adalah perbuatan yang tercela dan dilarang dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda,

ليس المؤمنُ بطعَّانٍ ولا بلعَّانٍ

Artinya: "Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, melaknat, berperangai buruk, dan mengeluarkan ucapan yang kotor." (HR. Tirmidzi)

4. Berdebat

Seriap muslim dianjurkan untuk meninggalkan perdebatan meski berada pada sisi yang benar. Rasulullah SAW bersabda,

لاَ تُمَارِ أَخَاكَ وَلاَ تُمَازِحْهُ وَلاَ تَعِدْهُ موعدًا فتُخلِفَه

Artinya: "Janganlah kamu mendebat saudaramu, janganlah kamu bercanda dengannya (dengan canda yang dapat menyinggungnya), dan janganlah kamu menjanjikannya suatu janji lalu kamu mengingkarinya." (HR. Tirmidzi) 

5. Membicarakan sesuatu yang bukan urusannya

Setiap muslim harus berhati-hati dalam menjaga lisannya dari pembicaraan yang tidak berguna. Hal itu akan menjauhkan kita dari perkara yang membuang-buang waktu. Rasulullah SAW bersabda,

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved