Keutamaan Salat Shubuh dan Ashar yang Mungkin Kamu Belum Tahu
Salat adalah kewajiban seorang muslim yang sudah Balig, artinya jika tidak ditunaikan maka berdosa sebab jadi perkara wajib.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TribunJogja - Salat adalah kewajiban seorang muslim yang sudah Balig, artinya jika tidak ditunaikan maka berdosa sebab jadi perkara wajib.
Mendirikan salat merupakan suatu bentuk penghambaan kepada Allah SWT sebabai wujud tertinggi rasa cinta seorang hamba kepada penciptanya.
Itulah kenapa Salat adalah perkara yang memiliki banyak keutamaan. Berikut keutamaan yang dirangkum Tribunjogja.com dari Syarah dan Terjemahan Riyadhus Shalihin :
A. Keutamaan salat
Allah Ta'ala berfirman:
ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Utlu mā ụḥiya ilaika minal-kitābi wa aqimiṣ-ṣalāh, innaṣ-ṣalāta tan-hā 'anil-faḥsyā`i wal-mungkar, walażikrullāhi akbar, wallāhu ya'lamu mā taṣna'ụn
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (al-'Ankabut: 45)
Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah saw bersabda:
"Adakah engkau semua mengetahui, andaikata pada pintu seseorang di antara engkau semua itu ada sebuah sungai dan ia mandi di situ sebanyak lima kali dalam sehari, apakah masih ada kotoran sekalipun sedikit yang tertinggal di badannya?" Para sahabat rnenjawab: "Tidak ada kotoran sedikitpun yang tertinggal di badan nya." Beliau saw. lalu bersabda: "Demikian itulah perumpamaan salat lima waktu, dengan mengerjakan semua itu Allah akan meng hapuskan semua kesalahan."
Dari Jabir r.a., katanya: "Rasulullah saw. bersabda: "Perumpamaan salat lima waktu itu adalah seumpama sebuah sungai yang mengalir, banyak airnya yang ada di pintu seseorang di antara engkau semua. la mandi di situ setiap hari lima kali." (Riwayat Muslim)
Dari Ibnu Mas'ud r.a. bahawasanya ada seorang lelaki yang memberikan ciuman pada seseorang wanita lain, lalu ia mendatangi Nabi saw. kemudian memberitahukannya akan halnya. Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat yang artinya: "Dirikanlah salat pada kedua hujung siang dan beberapa saat dari waktu malam. Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu dapat melenyapkan keburukan-keburukan." Orang tadi lalu berkata: "Adakah ayat itu untuk saya saja?" Beliau s.a.w. bersabda: "Untuk seluruh ummatku." (Muttafaq 'alaih)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah saw. bersabda: "Salat lima waktu, Jum'at yang satu sampai Jum'at yang lain adalah sebagai penutup dosa selama waktu antara semuanya yakni antara waktu yang satu dengan waktu yang berikutnya, selama tidak dikerjakan dosa-dosa yang besar." (Riwayat Muslim)
Dari Usman bin Affan r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Tiada seorang Muslim pun yang datang padanya salat yang diwajibkan, lalu ia memperbaguskan wudhu'nya, kekhusyu'annya serta ruku'nya, melainkan salat yang dilakukannya tadi akan menjadi penutup dosa-dosa yang dilakukan sebelum itu, selama tidak dikerjakan dosa besar. Yang sedemikian itu berlaku untuk setahun sepenuhnya." (Riwayat Muslim)
Keutamaan Salat berdasarkan hadis di atas ;
1. Dibersihkan dari dosa - dosa yang melekat pada dirinya.
2. Salat adalah permohonan hamba atas dosa - dosa kecil
3. Sebagai penutup dosa (kecil) dari jum'at yang satu kepada jum'at berikutnya.
4. Pengugur dosa (kecil) selama setahun penuh.
5. Menjauhkan diri dari perbuatan dosa.
6. Sebagai wujud rasa cinta seorang hamba.
7. Salat yang khusyuk adalah pertanda hati yang bersih.
B. Keutamaan Salat Shubuh dan Ashar
Dari Abu Musa r.a. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang bersembahyang salat bardain yakni salat Subuh dan salat Asar, maka ia akan masuk syurga." (Muttafaq 'alaih)
Dari Abu Zuhair iaitu Umarah bin Ruwaibah r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Tidak akan masuk neraka seseorang yang bersembahyang sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya," yakni salat Subuh dan salat Asar. (Riwayat Muslim)
Dari Jundub bin Sufyan r.a., katanya: "Rasulullah saww. bersabda: "Barangsiapa yang bersembahyang Subuh, maka ia adalah dalam tanggungan Allah - yakni mengenai keselamatan dirinya dan Iain-Iain. Maka perhatikanlah, hai anak Adam - yakni manusia, janganlah sampai Allah itu menuntut kepadamu sesuatu dari tanggungannya." (Riwayat Muslim)
Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Berganti-gantilah untuk menyertai engkau semua beberapa malaikat di waktu malam dan beberapa malaikat di waktu siang. Mereka sama berkumpul dalam salat Subuh dan salat Asar. Kemudian naiklah malaikat yang bermalam denganmu semua itu, lalu Allah bertanya kepada mereka, padahal sebenarnya Allah adalah lebih Maha Mengetahui tentang hal mengenai hamba-hamba-Nya, tanyaNya: "Bagaimanakah engkau semua meninggalkan hamba-hambaKu?" lalu para malaikat itu menjawab: "Kita meninggalkan mereka dan mereka sedang melakukan salat dan sewaktu kita mendatangi mereka itu, juga di waktu mereka melakukan salat." (Muttafaq 'alaih)
Dari Jarir bin Abdullah al-Bajali r.a., katanya: "Kita semua ada di sisi Nabi saw. Beliau saw. lalu melihat bulan di malam bulan purnama - yakni tanggal empat belas bulan hijriyah, kemudian beliau bersabda: "Engkau semua akan dapat melihat Tuhanmu sebagaimana engkau semua melihat bulan ini, tidak akan memperoleh kesukaran engkau semua dalam melihatNya itu. Maka jikalau engkau semua dapati tidak akan dialahkan oleh salat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah itu," maksudnya jangan sampai dialahkan oleh sesuatu hal sehingga tidak melakukan kedua salat itu dan jelasnya ini adalah merupakan perintah wajib. (Muttafaq 'alaih)
Dari Buraidah r.a., katanya: "Nabi saw. bersabda: "Barangsiapa yang meninggalkan salat Asar, maka leburlah -yakni rosaklah - amal kelakuannya." (Riwayat Bukhari)
Keutamaan salat berdasarkan hadis di atas
1. Dijanjikan Surga
2. Dilindungi dari siksa neraka
3. Dikelilingi malaikat.
4. Pentingnya menjaga kedua salat tersebut.
C. Keutamaan Berjalan Ke Masjid
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi saw. bersabda: "Barangsiapa pergi ke masjid pada waktu pagi atau petang hari, maka Allah menyediakan untuknya suatu hidangan yang lazim diberikan untuk tamu di syurga, setiap kali ia pergi pagi atau petang hari itu." (Muttafaa'alaih)
Dari Abu Hurairah r.a. pula bahawasanya Nabi saw. bersabda: " Barangsiapa yang bersuci di rumahnya kemudian ia pergi ke salah satu dari beberapa rumah Allah yakni masjid untuk menyelesaikan salah satu salat wajib dari beberapa shalat yang diwajibkan oleh Allah, maka langkah-langkahnya itu yang selangkah dapat menghapuskan satu kesalahan sedang langkah yang lainnya dapat menaikkan satu darjat." (Riwayat Muslim)
Dari Ubay bin Ka'ab r.a., katanya: "Ada seorang dari golongan sahabat Anshar yang saya tidak mengetahui seseorang pun yang rumahnya lebih jauh letaknya dari rumah orang itu jikalau hendak ke masjid, tetapi ia tidak pernah terlambat oleh sesuatu salat yakni setiap salat fardhu ia mesti mengikuti berjamaah. Kepadanya dikatakan: "Alangkah baiknya jikalau engkau membeli seekor keledai yang dapat engkau naiki di waktu malam gelap gulita serta di waktu teriknya panas matahari." la menjawab: "Saya tidak senang kalau rumahku itu ada di dekat masjid, sesungguhnya saya ingin kalau jalanku sewaktu pergi ke masjid dan sewaktu pulang dari masjid untuk kembali ke tempat keluargaku itu dicatat pahalanya untukku."
Rasulullah saw. lalu bersabda: "Allah telah mengumpulkan untuk pahala kesemuanya itu yakni waktu pergi dan pulangnya semuanya diberi pahala." (Riwayat Muslim)
Dari Jabir r.a., katanya: "Ada beberapa bidang tanah di sekitar masjid itu kosong, lalu keluarga Bani Salimah berkehendak akan berpindah di dekat masjid. Hal itu sampai terdengar oleh Nabi saw., lalu beliau bersabda kepada mereka: "Ada berita yang sampai kepadaku bahawa engkau semua hendak berpindah di dekat masjid." Mereka menjawab: "Benar, ya Rasulullah. Kita memang berkehendak demikian." Beliau lalu bersabda lagi: "Hai keluarga Bani Salimah, bekas langkah-langkahmu ke masjid itu dicatat pahalanya untukmu semua. Maka itu tetaplah di rumah-rumahmu itu saja, tentu dicatatlah bekas langkah-langkahmu semua itu." Mereka lalu berkata: "Kita tidak senang lagi untuk berpindah." Diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Dari Abu Musa r.a., katanya: "Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya sebesar-besar manusia perihal pahalanya dalam salat ialah yang terjauh di antara mereka itu tentang jalannya lalu lebih jauh lagi. Dan orang yang menantikan shalat sehingga ia dapat mengikuti salat itu bersama imam adalah lebih besar pahalanya daripada orang yang melakukan salat itu dengan munfarid lalu ia tidur." (Muttafaq 'alaih)
Dari Buraidah r.a. dari Nabi saw., sabdanya: "Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berjalan di waktu malam ke masjid-masjid bahawa mereka akan memperolehi cahaya yang sempurna besok pada hari kiamat." (Riwayat Abu Dawud dan Termidzi)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah saw. bersabda: "Sukakah engkau semua kalau saya tunjukkan akan sesuatu amalan yang dapat melebur semua kesalahan dan dengan-nya dapat pula menaikkan beberapa darjat?" Para sahabat menjawab: "Baiklah, ya Rasulutlah." Beliau saw. lalu bersabda: "Iaitu menyempurnakan wudhu' sekalipun menemui beberapa hal yang tidak disenangi - seperti terlampau dingin dan sebagainya, banyak-nya melangkahkan kaki untuk ke masjid dan menantikan shalat sesudah melakukan shalat. Itulah yang dapat disebut ribath, itulah yang disebut ribath - perjuangan menahan nafsu untuk memper-banyak ketaatan pada Tuhan." (Riwayat Muslim)
Dari Abu Said al-Khudri r.a. dari Nabi saw., sabdanya: "Jikalau engkau semua melihat seseorang membiasakan -pulang pergi - ke masjid, maka saksikanlah ia dengan keimanan -yakni bahawa orang itu benar-benar orang yang beriman. Allah Azza wa jalla berfirman: "Hanyasanya yang meramaikan masjid-masjidnya Allah ialah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir."* sampai ke akhir ayat.
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi
* Kelengkapan isi ayat di atas, yang tercantum dalam surat al-Bara'ah atau at-Taubah, ayat 16,
أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تُتْرَكُوا۟ وَلَمَّا يَعْلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ مِنكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَا رَسُولِهِۦ وَلَا ٱلْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً ۚ وَٱللَّهُ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
Am ḥasibtum an tutrakụ wa lammā ya'lamillāhullażīna jāhadụ mingkum wa lam yattakhiżụ min dụnillāhi wa lā rasụlihī wa lal-mu`minīna walījah, wallāhu khabīrum bimā ta'malụn
"Serta mendirikan salat dan menunaikan zakat, juga tidak takut melainkan kepada Allah. Maka mudah-mudahanlah mereka itu termasuk golongan orang-orang yang memperolehi petunjuk benar - dari Tuhan."
Keutamaannya adalah :
1. Dihapuskan dosanya dari pertama ia melangkahkn kaki
2. Diangkat derajatnya.
3. Diberi petunjuk yang sebenar - benarnya.
4. Mendapatkan hidangan selayaknya tamu di surga.
D. Keutamaan Menantikan Shalat
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah saw. bersabda: "Seseorang di antara engkau semua itu masih tetap dianggap dalam salat, selama salat itu menyebabkan ia tertahan. jadi tidak ada yang menghalang-halangi ia untuk kembali ke tempat keluarga itu melainkan kerana menantikan salat." (Muttafaq 'alaih)
Dari Abu Hurairah r.a., pula bahawasanya Rasulullah saw. bersabda: "Dan malaikat itu mendoakan kepada seseorang di antara engkau semua supaya mendapatkan kerahmatan, selama orang itu masih ada di dalam tempat salatnya yang ia bersembahyang di situ, juga selama ia belum berhadas. Malaikat itu mengucapkan: "Ya Allah, ampunilah orang itu, ya Allah, belas kasihanilah ia." (Riwayat Bukhari)
Dari Anas r.a. bahawasanya Rasulullah saw. mengakhirkan salat Isya' pada suatu malam sampai ke pertengahan malam, kemudian beliau saw. menghadap kepada orang banyak dengan wajahnya setelah selesai bersembahyang, lalu beliau saw. bersabda: "Orang-orang sudah bersembahyang dan mereka telah tidur dan engkau semua senantiasa dianggap dalam melakukan salat, sejak engkau semua menantikan salat itu." (Riwayat Bukhari)
Keutamaannya :
1. Tetap mendapatkan pahala seperti orang salat.
2. Di doakan Malaikat.
3. Di mohinkan rahmat untuknya.
4. dan di mohonkan Ampun dan belas-kasihan atas dirinya. (MG - Ahmad Muhaimin Nurrudin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/keutamaan-salat-shubuh-dan-ashar-yang-mungkin-kamu-belum-tahu.jpg)