Keutamaan Salat Shubuh dan Ashar yang Mungkin Kamu Belum Tahu

Salat adalah kewajiban seorang muslim yang sudah Balig, artinya jika tidak ditunaikan maka berdosa sebab jadi perkara wajib.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Azwar IPANK / AFP
Matahari terbenam di atas Masjid Islamic Center di Lhokseumawe, Aceh pada 12 Juli 2021 

1. Dijanjikan Surga

2. Dilindungi dari siksa neraka

3. Dikelilingi malaikat.

4. Pentingnya menjaga kedua salat tersebut.

Matahari terbenam di atas Masjid Islamic Center di Lhokseumawe, Aceh pada 12 Juli 2021.
Matahari terbenam di atas Masjid Islamic Center di Lhokseumawe, Aceh pada 12 Juli 2021. (Azwar IPANK / AFP)

C. Keutamaan Berjalan Ke Masjid

Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi saw. bersabda: "Barangsiapa pergi ke masjid pada waktu pagi atau petang hari, maka Allah menyediakan untuknya suatu hidangan yang lazim diberikan untuk tamu di syurga, setiap kali ia pergi pagi atau petang hari itu." (Muttafaa'alaih)

Dari Abu Hurairah r.a. pula bahawasanya Nabi saw. bersabda: " Barangsiapa yang bersuci di rumahnya kemudian ia pergi ke salah satu dari beberapa rumah Allah yakni masjid untuk menyelesaikan salah satu salat wajib dari beberapa shalat yang diwajibkan oleh Allah, maka langkah-langkahnya itu yang selangkah dapat menghapuskan satu kesalahan sedang langkah yang lainnya dapat menaikkan satu darjat." (Riwayat Muslim)

Dari Ubay bin Ka'ab r.a., katanya: "Ada seorang dari golongan sahabat Anshar yang saya tidak mengetahui seseorang pun yang rumahnya lebih jauh letaknya dari rumah orang itu jikalau hendak ke masjid, tetapi ia tidak pernah terlambat oleh sesuatu salat yakni setiap salat fardhu ia mesti mengikuti berjamaah. Kepadanya dikatakan: "Alangkah baiknya jikalau engkau membeli seekor keledai yang dapat engkau naiki di waktu malam gelap gulita serta di waktu teriknya panas matahari." la menjawab: "Saya tidak senang kalau rumahku itu ada di dekat masjid, sesungguhnya saya ingin kalau jalanku sewaktu pergi ke masjid dan sewaktu pulang dari masjid untuk kembali ke tempat keluargaku itu dicatat pahalanya untukku."

Rasulullah saw. lalu bersabda: "Allah telah mengumpulkan untuk pahala kesemuanya itu yakni waktu pergi dan pulangnya semuanya diberi pahala." (Riwayat Muslim)

Dari Jabir r.a., katanya: "Ada beberapa bidang tanah di sekitar masjid itu kosong, lalu keluarga Bani Salimah berkehendak akan berpindah di dekat masjid. Hal itu sampai terdengar oleh Nabi saw., lalu beliau bersabda kepada mereka: "Ada berita yang sampai kepadaku bahawa engkau semua hendak berpindah di dekat masjid." Mereka menjawab: "Benar, ya Rasulullah. Kita memang berkehendak demikian." Beliau lalu bersabda lagi: "Hai keluarga Bani Salimah, bekas langkah-langkahmu ke masjid itu dicatat pahalanya untukmu semua. Maka itu tetaplah di rumah-rumahmu itu saja, tentu dicatatlah bekas langkah-langkahmu semua itu." Mereka lalu berkata: "Kita tidak senang lagi untuk berpindah." Diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Dari Abu Musa r.a., katanya: "Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya sebesar-besar manusia perihal pahalanya dalam salat ialah yang terjauh di antara mereka itu tentang jalannya lalu lebih jauh lagi. Dan orang yang menantikan shalat sehingga ia dapat mengikuti salat itu bersama imam adalah lebih besar pahalanya daripada orang yang melakukan salat itu dengan munfarid lalu ia tidur." (Muttafaq 'alaih)

Dari Buraidah r.a. dari Nabi saw., sabdanya: "Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berjalan di waktu malam ke masjid-masjid bahawa mereka akan memperolehi cahaya yang sempurna besok pada hari kiamat." (Riwayat Abu Dawud dan Termidzi)

Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah saw. bersabda: "Sukakah engkau semua kalau saya tunjukkan akan sesuatu amalan yang dapat melebur semua kesalahan dan dengan-nya dapat pula menaikkan beberapa darjat?" Para sahabat menjawab: "Baiklah, ya Rasulutlah." Beliau saw. lalu bersabda: "Iaitu menyempurnakan wudhu' sekalipun menemui beberapa hal yang tidak disenangi - seperti terlampau dingin dan sebagainya, banyak-nya melangkahkan kaki untuk ke masjid dan menantikan shalat sesudah melakukan shalat. Itulah yang dapat disebut ribath, itulah yang disebut ribath - perjuangan menahan nafsu untuk memper-banyak ketaatan pada Tuhan." (Riwayat Muslim)

Dari Abu Said al-Khudri r.a. dari Nabi saw., sabdanya: "Jikalau engkau semua melihat seseorang membiasakan -pulang pergi - ke masjid, maka saksikanlah ia dengan keimanan -yakni bahawa orang itu benar-benar orang yang beriman. Allah Azza wa jalla berfirman: "Hanyasanya yang meramaikan masjid-masjidnya Allah ialah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir."* sampai ke akhir ayat.

Diriwayatkan oleh Imam Termidzi

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved