Breaking News:

Satpol PP DIY Temukan 26 Titik Sempadan Irigasi Beralih Fungsi, Ada Sanksi Pidana Bagi Pelanggar

Bangunan permanen dan semi permanen masih banyak dijumpai di sejumlah saluran irigasi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -  Bangunan permanen dan semi permanen masih banyak dijumpai di sejumlah saluran irigasi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hal itu dinilai oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY melanggar peraturan daerah (Perda) DIY nomor 6 Tahun 2010 tentang irigasi dan Peraturan Gubernur (Pergub) DIY nomor 9 Tahun 2012 tentang sempadan jaringan irigasi.

Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP DIY Nur Hidayat mengatakan, terdapat tiga pelanggaran Perda tentang irigasi yang biasa dijumpai yakni terkait pembuangan limbah di sungai, sadap liar saluran irigasi, dan mendirikan bangunan di atas saluran irigasi.

Menurutnya, untuk saluran irigasi di pedesaan masih bisa terkontrol.

Baca juga: Diskon PPnBM, Berikut Harga Mitsubishi New Xpander dan New Xpander Cross di Yogyakarta dan Jateng

Namun untuk kondisi saluran irigasi di kawasan perkotaan menurutnya sudah banyak yang disalahgunakan, salah satunya dengan mendirikan bangunan di atas saluran irigasi tersebut.

"Kalau di desa masih bisa terkontrol. Namun kalau saluran irigasi di perkotaan sudah banyak disalahgunakan," katanya, saat diwawancara, Selasa (16/11/2021).

Dari beberapa pantauan sementara ini, Satpol PP DIY mendapati ada sekitar 26 titik saluran irigasi yang diklaim melanggar perda tentang irigasi mulai dari pelanggaran pembuangan limbah, sadap liar irigasi, hingga mendirikan bangunan di atas irigasi.

Titik irigasi yang melanggar Perda tersebut antara lain, daerah irigasi Tanjung terdapat dua titik, daerah irigasi Bangeran, daerah irigasi Pijenan terdapat empat titik, daerah irigasi Simo, daerah irigasi Sekarsuli, daerah Irigasi Madugondo, daerah irigasi Samben.

Berikutnya daerah irigasi Brongkol terdapat dua titik, daerah irigasi pendowo terdapat empat titik, daerah irigasi Kanoman, daerah irigasi Ngebruk, dan daerah irigasi Pogung, daerah irigasi Mergangsan terdapat dua titik, serta daerah irigasi Sapon. 

Dari kondisi tersebut Nur Hidayat mengatakan, pelanggaran terhadap keberadaan saluran irigasi dan pemanfaatan sempadan jaringan irigasi oleh masyarakat sangat tinggi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved