Breaking News:

Para Ahli Peringatkan, Molnupiravir Bukan Pengganti Vaksin Covid-19

Molnupiravir diklaim mampu mencegah terjadinya gejala parah atau kematian akibat Covid-19 hingga paling tidak 50 persen.

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
ISTIMEWA
Foto tak bertanggal dari Merck & Co menampilkan bentuk pil Covid molnupiravir yang telah disetujui sebagai obat Covid-19. Molnupiravir adalah pil pertama yang terbukti efektif melawan Covid-19.Hanif 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Indonesia berencana mendatangkan obat covid-19, Molnupiravir produksi Merck & Co. Menteri Kesehatan Budi Gunawan mengatakan bahwa obat ini diharapkan tiba di Indonesia pada akhir 2021 ini. Serta bisa mulai digunakan mulai tahun depan.

Molnupiravir diklaim mampu mencegah terjadinya gejala parah atau kematian akibat Covid-19 hingga paling tidak 50 persen.

Sebenarnya apa itu molnupiravir?

Molnupiravir termasuk dalam kelas antivirus yang disebut ribonukleosida mutagenik. Ini mengubah materi genetik virus dan mengacaukannya untuk mencegah replikasi dan transkripsi genom virus.

Di dalam sel inang, molnupiravir diubah menjadi molnupiravir trifosfat. Ketika virus mencoba untuk bereplikasi, molnupiravir triphosphate dimasukkan ke dalam RNA virus alih-alih nukleosida cytidine, menyebabkan mutasi.

Kemudian mutasi menghentikan virus dari mereplikasi. Ini membuat jumlah virus dalam tubuh tetap rendah dan seharusnya mengurangi keparahan penyakit.

Selain molnupiravir, ada juga remdesivir.

Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak lagi merekomendasikannya sebagai pengobatan COVID-19, karena tidak cukup bukti untuk mendukung penggunaannya.

Keuntungan molnupiravir adalah, tidak seperti semua pengobatan potensial lainnya sejauh ini, ini adalah tablet oral yang dapat dikonsumsi seseorang di luar pengaturan klinis.

Bukan Pengganti Vaksin

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved