Siswa SMK Ki Ageng Pemanahan Bantul Kembangkan Sepeda Motor Listrik dari Bahan Daur Ulang

Pelajar dan guru dari SMK Ki Ageng Pemanahan (KAP) berhasil mengembangkan sepeda motor listrik.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Santo Ari
Siswa SMK Ki Ageng Pemanahan merangkai sepeda motor listrik, Senin (15/11/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pelajar dan guru dari SMK Ki Ageng Pemanahan (KAP) berhasil mengembangkan sepeda motor listrik.

Sepeda motor listrik yang ramah lingkungan ini terbuat dari bahan daur ulang.

Kepala Sekolah SMK Ki Ageng Pemanahan, Wresti Eka Tri Yuliati mengungkapkan motor listrik yang dikembangkan oleh siswa dan guru ini merupakan inovasi dari program keahlian yang ada di sekolah yang ia pimpin, yakni mekatronika penggabungan antara ilmu kelistrikan, mesin dan komputer jaringan.

"Dari motor listrik itu sudah tercakup mekatronika sesuai dengan kompetensi yang ada di SMK ki Ageng Pemanahan," ujarnya saat ditemui di bengkel sekolah, Senin (15/11/2021).

Ia menyatakan bahwa sepeda motor listrik ini dikembangkan saat pandemi, di mana saat ini para pelajar memiliki keterbatasan waktu untuk bersekolah secara tatap muka.

"Kita memanfaatkan waktu untuk berkreativitas saat pandemi ini. Kita menggunakan tahapan, saat pandemi ini siswa memang melakukan pembelajaran daring, tapi ada beberapa yang kita programkan supaya bisa mengikuti ini. Jadi ada praktiknya dengan tetap prokes," terangnya.

Melalui program SMK Pusat Keunggulan, pihaknya berusaha semaksimal mungkin memunculkan kreativitas baik dari guru maupun siswanya.

Dan harapannya, ilmu yang para siswa dapat ini dapat diterapkan saat mereka lulus nanti.  

"Harapan kita, siswa-siswa selepas dari SMK bisa melanjutkan kuliah sesuai dengan kompetensi keahliannya mereka, bisa juga berwiraswasta, bisa juga memiliki bekal ilmu sehingga mereka bisa bekerja di perusahaan," tuturnya.

Baca juga: Wirausaha Muda Bantul Ikut Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi 

Lebih jauh tentang sepeda motor listrik tersebut, Kepala Bengkel SMK KAP, Wandee Purnomo mengungkapkan bahwa kendaraan ini tercipta setelah mereka mengimplementasikan program dari Kemendikbud di mana setiap SMK harus memiliki ikon unggulan.

Dari program tersebut dan bekerjasama dengan PT Chikal Bakal Mandiri, mereka pun memulai pembuatan sepeda motor listrik.

"Awal mula pengerjaan bulan Mei dan selesai Agustus 2021, dan sudah melalui uji test drive. Jadi kenapa lama, karena saat itu masih prototype dan kami terus melakukan uji coba," ujarnya.

Adapun kerangka sepeda motor tersebut sepenuhnya terbuat dari bahan daur ulang, seperti spare part sepeda, hingga tutup CPU bekas. Sedangkan dayanya menggunakan baterai lithium 48 Volt.

"Untuk daya tahan baterai, sekali charger 1,5 jam bisa menempuh jarak 30KM dengan kecepatan 60 KM/jam. Keunggulan lain dibandingkan dengan motor listrik lainnya, kami bisa upgrade di 110 cc," imbuhnya.

Sepeda motor listrik ini memiliki panjang 120 sentimeter dan tinggi 50 sentimeter dan mampu mengangkut dua pengendara dengan beban maksimal total 150 kilogram.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved