Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Telah Melakukan Swab Acak di 17 Kapanewon

Sejak pembelajaran tatap muka (PTM) mulai dilaksanakan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman langsung menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
ilustrasi berita pendidikan 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sejak pembelajaran tatap muka (PTM) mulai dilaksanakan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman langsung menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman untuk melakukan swab acak ke sekolah-sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana mengatakan swab acak telah dilaksanakan sejak Oktober lalu.

Hingga saat ini, belum ada klaster baru akibat PTM di Kabupaten Sleman.

Baca juga: Penasihat Hukum Pelaku Kasus Sate Sianida Merasa Keberatan dengan Tuntutan JPU

"Ada satu (kasus), kemudian sekolah sudah kami tutup satu minggu. Setelah itu sekolah buka lagi, dan sampai saat ini kami belum mendapat laporan dari sekolah kalau ada kasus baru," katanya, Senin (15/11/2021).

Ia mengungkapkan swab acak sudah dilaksanakan di 17 kapanewon.

Pada Kamis (18/11/2021) mendatang, pihaknya masih akan melakukan swab acak dengan sasaran sekolah yang berbeda.

Pihaknya akan terus melakukan swab acak secara rutin.

Tujuannya memastikan tidak ada penularan Covid-19 di sekolah selama PTM berlangsung.

"Swab acak sudah dilaksanakan rutin, saat ini sudah selesai di 17 kapanewon. Nah Kamis besok ini, ada swab acak lagi, kami mulai dari awal dengan sasaran sekolah yang berbeda," ungkapnya.

Baca juga: Pekan Ini, Sri Sultan Hamengku Buwono X Akan Tetapkan Besaran UMP DI Yogyakarta Tahun 2022

Menurut Ery, kunci keberhasilan PTM di Kabupaten Sleman ada protokol kesehatan yang ketat.

Ia melihat sekolah yang menerapkan PTM telah menaati protokol kesehatan.

Dengan begitu hingga saat ini tidak ditemukan klaster baru.

Agar PTM tetap berjalan lancar, ia mengimbau agar sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan.

Ia juga meminta agar guru terus menjalin komunikasi dengan orangtua atau wali murid, terutama terkait dengan kondisi kesehatan siswa.

"Kalau siswa sakit atau tidak enak badan, ya tidak usah masuk dulu. Kami minta agar protokol kesehatan ini benar-benar ditaati," ujarnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved