3 Tanda Akil Baligh Anak Laki-laki dan Perempuan dalam Islam

Akil baligh adalah tanda seorang anak telah menuju kedewasaan dengan menglami perubahan fisik dan emosional. Berikut tanda akil baligh dalam Islam.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
JAIME REINA / AFP
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM – Akil baligh adalah tanda seorang anak telah menuju kedewasaan dengan menglami perubahan fisik dan emosional.

Dalam Islam, anak yang telah baligh diartikan sebagai mukallaf.

Artinya anak tersebut telah wajib menjalankan syariat Islam, seperti salat, puasa, dan ibadah lainnya.

Ada perbedaan anatra tanda-tanda akil baligh laki-laki dengan perempuan .

Berikut tanda akil baligh dalam Islam yang perlu diketahui:

1.      Mimpi Basah

Mimpi basah adalah gejala akil baligh yang dialami oleh laki-laki. Mimpi basah berarti keluarnya air mani dari kemaluan, baik dalam kondisi tidur atau dalam kondisi terjaga. Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةٍ: عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ، وَعَنِ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ

Artinya: “Diangkatlah pena (dosa) dari tiga golongan: (1) orang yang tidur hingga ia bangun; (2) anak kecil hingga dia ihtilaam; (3) dan orang gila hingga dia berakal (sembuh).” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

2.      Menstruasi

Ilustrasi
Ilustrasi (https://brightside.me)

Menstruasi atau haid adalah tanda akil baligh bagi perempuan. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

 “Adapun haid, itu adalah tanda baligh, kami tidak mengetahui adanya perselisihan pendapat di antara para ulama dalam masalah ini.” (Al-Mughni, 4: 551)

3.      Berusia 15 Tahun

Ilustrasi
Ilustrasi (sehatq.com)

Gejala satu ini dialami baik oleh laki-laki maupun perempuan. Seseorang yang telah berusia genap 15 tahun menurut kalender Hijriah, dianggap telah baligh. Hal ini berdasarkan hadis Nafi’, ia berkata:

“Telah menceritakan kapadaku Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwa dia pernah menawarkan diri kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk ikut dalam perang Uhud. Saat itu umurnya masih empat belas tahun, namun beliau tidak mengijinkannya. Kemudian dia menawarkan lagi pada perang Khandaq. Saat itu usiaku lima belas tahun dan beliau mengizinkanku.”

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved