Pasutri Asal Wonosobo Ini Budidayakan Tanaman Syngonium dan Sukses Tembus Pasar Luar Negeri 

Berangkat dari hobi menanam tanaman hias, sepasang suami istri asal Wonosobo, Diah Anggreini (39) dan Anton (39)  pemilik Zira Garden berhasil

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Beberapa koleksi tanaman hias jenis Syngonium Zira Garden, yang dipamerkan di pameran tanaman hias di Artos Magelang, Kamis (11/11/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Berangkat dari hobi menanam tanaman hias, sepasang suami istri asal Wonosobo, Diah Anggreini (39) dan Anton (39)  pemilik Zira Garden berhasil menjual koleksi tanaman hiasnya hingga menembus pasar internasional.

Anton mengaku, menjadikan hobi menanamnya menjadi sumber pendapatannya sejak awal 2020 lalu, karena efek pandemi.

"Kalau hobi menanam sudah dari dulu, namun tidak sampai menjadikannya untuk bisnis. Ketika pandemi datang pekerjaan sebelumnya, bidang kuliner mengalami penurunan drastis. Dari situ, mulai mulai berpikir untuk usaha jual tanaman hias yang saat itu cukup ramai. Sempat menjual mobil karena butuh modal, karena dirasa peluangnya cukup baik. Alhamdullilah, sampai sekarang sudah balik modal bahkan lebih," tuturnya kepada Tribunjogja.com saat pameran tanaman di Artos Mall Magelang, pada Kamis (11/11/2021).

Baca juga: Ketua DPR RI Puan Maharani Sampaikan Ini Kepada Mahasiswa UNY Saat Kuliah Umum

Jenis tanaman hias yang digelutinya pun terbilang unik. Biasanya, kebanyakan orang berbisnis tanaman hias jenis Aglonema dan Alokasia.

Ia memilih jenis Syngonium, tanaman yang memiliki variasi daun banyak dengan corak beragam.

Menariknya, jenis Syngonium memiliki corak yang tidak bisa ditebak.

Ketika, daunnya tumbuh coraknya bisa hanya cipratan kecil hingga besar, atau separo bagian daun bahkan tidak bercorak. Hal tersebut, dinilainya sebagai salah satu daya tarik Syngonium.

"Saya memilih Syngonium karena perawatan dan pengembangbiakannya lebih mudah. Bila dibandingkan, dengan tanaman lainnya seperti Aglonema maupun Alokasia. Selain itu, yang membuat senang yakni corak dari Syngonium yang tidak monoton seperti tanaman variegata lainnya. Jadi sebagai pemilik serasa diberi kejutan setiap daunnya tumbuh," terangnya.

Terlebih, permintaan jenis Syngonium juga banyak, mulai dari pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Bahkan,  pembelian terbanyak tanaman hiasnya berasal dari Thailand, Rusia, dan Amerika Serikat.

"Penjualan Syngonium bisa dibilang sangat stabil, ketika permintaan bunga hias di dalam negeri sempat mengalami penurunan beberapa bulan lalu. Sebaliknya, permintaan dari luar negeri semakin banyak," terangnya.

Adapun, jenis tanaman hias Syngonium dijual dengan harganya yang bervariasi mulai dari Rp10 ribu hingga Rp60 juta untuk masing-masing per potnya.

Bahkan, beberapa jenis Syngonium yang langka dihargai berdasarkan jumlah daunnya.

"Kalau harganya relatif ya, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp60 juta per potnya juga ada. Sedangkan, yang langka seperti Syngonium Strawberry Ice bisa diharga Rp7 jutaan per daun, Syngonium Confetti seharga Rp6 jutaan per daun, dan Syngonium Pink Spot bisa dihargai Rp8 jutaan atau lebih," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved