Info Cuaca BMKG
Peringatan Dini BMKG: Daftar 13 Wilayah di Indonesia yang Berpotensi Banjir
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi banjir, terutama di 13 wilayah berikut.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
Tribunjogja.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi banjir, terutama di 13 wilayah berikut.
Hal ini seiring curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang kemungkinan dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi di seluruh wilayah Indonesia.
"Untuk periode sepekan ke depan (5-11 November 2021), secara umum (hujan) dapat berpotensi terjadi di 34 provinsi di Indonesia, sehingga kewaspadaan secara umum potensi cuaca ekstrem perlu ditingkatkan," jelas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto.
Namun, untuk periode dua hari ke depan, atau tanggal 6-7 November 2021, berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak, ada sekitar 13 wilayah provinsi yang berpotensi terjadi banjir dan banjir bandang dalam kategori siaga.
Berikut daftar ke-13 wilayah yang harus siap melakukan mitigasi bencana banjir dari sekarang.
1. Jambi
2. Sumatera Selatan
3. Kepulauan Bangka Belitung
4. Lampung
5. Banten
6. DKI Jakarta
7. Jawa Barat
8. Jawa Tengah
9. Jawa timur
10. Kalimantan Barat
11. Kalimantan Selatan
12. Kalimantan Timur
13. Kalimantan Tengah
Baca juga: Fenomena La Nina Level Moderat Bergerak Mendekati Indonesia, Ini Penjelasan dan Peringatan BMKG
Guswanto menambahkan, selain mewaspadai dan melakukan mitigasi banjir, masyarakat juga harus mewaspadai risiko dampak bencana lainnya akibat cuaca ekstrem, di antaranya banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, kilat atau petir, rob, dan lain sebagainya.
Peringatan ini diberikan, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Mitigasi bencana saat musim hujan
Pada saat musim hujan, diharapkan pihak-pihak terkait melakukan persiapan antara lain:
1. Memastikan kapasitas dan tata kelola air siap untuk menampung peningkatan curah hujan dan memastikan saluran air atau drainase tidak tersumbat atau lancar.
2. Melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon dengan tidak terkontrol.
3. Melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh, dan menguatkan tegakan atau tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang, serta melakukan penghijauan secara lebih masif.
Baca juga: Banjir Bandang di Kota Batu, Pakar UGM: Ada Gangguan Ekosistem dan Pengaruh Perubahan Iklim
4. Lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi.
5. Menggencarkan secara lebih masif sosialisasi, edukasi dan literasi untuk meningkatkan pemahaman, kepedulian kapasitas pemerintah daerah, masyarakat dan pihak terkait dalam pencegahan risiko bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung dan gelombanh tinggi).
6. Terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem dari BMKG, secara lebih rinci dan detail untuk tiap kecamatan di seluruh wilayah Indonesia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kesaksian-korban-selamat-saat-banjir-bandang-di-kota-batu-temannya-hanyut-enam-mobil-terbawa-arus.jpg)