Berita Pendidikan Hari Ini
Sekolah di DI Yogyakarta Mulai PTM, Minat Belajar di Bimbel Tinggi
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Daerah Istimewa Yogyakarta berdampak pada meningkatnya siswa yang mendaftar bimbingan belajar (bimbel).
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Daerah Istimewa Yogyakarta sudah dilaksanakan secara terbatas.
Kebijakan tersebut rupanya berdampak pada meningkatnya siswa yang mendaftar bimbingan belajar (bimbel).
Kepala Cabang Ganesha Operation (GO), Dwi Fahruddin mengatakan siswa yang mendaftar di GO meningkat drastis.
Bahkan ada sekitar 300 hingga 400 siswa yang mendaftar bimbel pasca PTM terbatas.
Baca juga: Gugus Tugas Covid-19 Kulon Progo Siapkan Antisipasi Lonjakan Wisata Saat Libur Nataru
"Kondisi awal pandemi minat untuk belajar di lembaga bimbingan belajar turun drastis. Saat ini sudah mulai meningkat, setelah sekolah mulai PTM. Peningkatannya sudah seperti normal, sekitar 300 sampai 400 untuk bulan Oktober, November ini,"katanya, Rabu (04/11/2021).
"Banyak orangtua yang merasa perlu penguatan materi. Karena selama ini merasa kurang maksimal dalam pelajaran di sekolah maupun belajas daring,"sambungnya.
Ia menerangkan sama seperti sekolah, pihaknya menerapkan sistem daring dan luring.
Bagi orangtua yang masih khawatir anaknya terpapar Covid-19, boleh mengikuti bimbingan belajar melalui zoom.
Sedangkan orangtua yang menginginkan anaknya belajar secara tatap muka, maka bisa datang ke GO.
Setelah sekolah melaksanakan PTM, orangtua mulai lebih banyak yang meminta agar pembelajaran dilaksanakan luring.
Baca juga: Disdikpora Gunungkidul Harap Vaksinasi Covid-19 Umur 6-11 Tahun Beri Dampak Positif pada PTM
"Sekarang malah banyak yang ikut tatap muka. Kemarin ada yang daring, ada yang tatap muka. Setelah sekolah mulai tatap muka, sekarang banyak yang tatap muka juga,"terangnya.
Dwi memastikan bahwa lembaga bimbingan belajar yang dikelolanya tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.
Setiap siswa yang masuk wajib mencuci tangan, memakai masker, dan mengecek suhu tubuh.
Pihaknya juga menerapkan jaga jarak. Jika satu ruangan biasanya diisi oleh 25 siswa, maka saat ini satu ruangan hanya diisi oleh 12 siswa saja.
"Protokol kesehatan wajib, kami selalu ingatkan juga ke siswa. Nanti juga biasanya ada pengecekan dari petugas keamanan, supaya siswa tertib. Kami juga selalu berkoordinasi dengan satgas Covid-19 kalurahan maupun kematren,"ujarnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sekolah-di-di-yogyakarta-mulai-ptm-minat-belajar-di-bimbel-tinggi.jpg)